Puisi: Naûcent Naûdek Naû Mil Naûcent Naûdek Naû

0
Naûcent Naûdek Naû Mil Naûcent Naûdek Naû NaûKuingat dirimu dalam setiap genap namun ganjilmu tak pernah hadirMana mungkin rindu ada obat jika tak bersua tatap?Perputaran...

Puisi 2:36

0
2:36 Pukul dua, tiga enamSungguh mata teramat susah terpejamMengigih tulang menatap rembulanTerpikirkan orang pulang kampung halaman Meratap sudah seluruh jiwaTangis berderai raung-meraungTercampak dikamar tiada berkawanSemuanya meninggalkan...

Puisi: Pahlawan Kuantan

0
Pahlawan Kuantan Kuantan adalah daerah MelayuSemakin hari semakin majuNamun rakyat tak pernah merasa rinduAkan sejarah Kuantan di masa lalu Tak terbayang besar pengorabanan masyarakat dahuluSaat penjajah...

Puisi: Sabda

0
Sabda Malam bersabda;Kau harus mengatasi kesedihanmuJika tidak?Dia yang akan menguasaimu Kau harus menepis kesedihanmuJika tidak?Dia akan menelanmu!Sebab kau hanya manusia lemah yang tak mau kalah Sudah sekian...

Puisi: Serba-Serbi

0
Serba-Serbi Saat semua serba mudahRasa melangit membuncahBenih-benih pongah tumbuh tanpa jengahBias-bias jiwa kian rekahPetuah tetua tak lagi renyahMenengadah tangan ogahSaudara di bawah dianggap sampahDisemburkan perih...

Puisi: Setelah Kau Pergi

0
Setelah Kau Pergi Setelah kau pergi buih bening terasa asin terus mengalir. Hujan yang turun , pipi yang basah. Pundak kokoh menghadang segala rintangan, kini sudah hilang. Anak...

Puisi: Ayah, Aku Pulang Dulu, Ya

0
Ayah, Aku Pulang Dulu, Ya Tertumbuk pandangan, ini rasanya kehilangan. Untuk pertama kalinya, jiwa ini mengetahui kemana kau pergi. Mereka mengusung keranda yang kau tumpangi, dibawa ke...

Puisi: Ritual Pemanggil Hujan

0
Ritual Pemanggil Hujan saat bunga seulanga berjatuhandesir angin dari pascima dengan cepat menerpamenjadikan udara sekitarnya di penuhi bau pemula syukurmantra dari mulut petani pun menggema...

Puisi: Cahaya yang Hilang

0
Cahaya yang Hilang Hujan ini akan lebih lamamembasuh luka-luka purbasejak musim kemaraumembawa angin risau Di ujung daun yang basahdingin telah menciptakan sejarahmenggenangi gerahnya jiwadengan bercak-bercak harapyang...

Puisi: Menanam di Ladang-Mu

0
Menanam di Ladang-Mu Sejak kecil, aku sering mendengar dongeng. Gadis berkerudung merah, malin kundang hingga timun emas.Mata ibu berbinar saat menceritakannya.Seulas senyum mengembang di sudut...

TRENDING TOPIK