Puisi: Waktu Kehidupan

0
Waktu Kehidupan berjalan melewati hari-hari lelahmengeja satu per satu langkahketika menaiki anak-anak tangga kehidupan.waktu terus mengejar membuat kita terhenti di ujung jalan denting jam mengingatkan kitaakan...

Puisi: Di Kamar Sunyi Menelusuri Pemilik Hati

1
Di Kamar Sunyi Menelusuri Pemilik Hati kamar ini terlalu sempituntuk memikirkan masalahku yang bertebaran luaslangit-langit sepi meredam bising amarahdinding lusuh dan cat mengelupas,seperti hari-hari yang...

Puisi: Lelaki Dalam Tunjuk Ajar Melayu

0
Lelaki Dalam Tunjuk Ajar Melayu Garis keriput retak di wajah lelakiyang mengendong khazanah pada petang lengangmenggambarkan riak di ranting bulan sabittenggelam diteluk matamu Lelaki itu telah...

Puisi: Mahda di Langit Senja

0
Mahda di Langit Senja Dua detik aku terlena dengan goresan putih yg menari disanaLima detik aku tersadarJika sketsa di balik goresan putih itu adalah dirimuBerdiri...

Puisi: Lukah Gilo

0
Lukah Gilo Mantra telah ditiupkan ke Lukah GiloYang mengenakan seperangkat pakaianAsap kemenyan menyebar ke udaraBerpadu dalam pantun yang dilantunkanPawang lukah memegang sebilah rotanMemanggil jihin dengan...

Puisi: Senja di Pelabuhan Sri Bintan Pura

0
Senja di Pelabuhan Sri Bintan Pura Hanya senja diam-diam tertambat di dermaga matamudi kejauhan seseorang mengikatnya ragu-ragusesekali aku mengingatmu, seakan kau rebahdibahuku yang lelah dengan...

Puisi: Ekologi Menyatukan Budaya Riau

1
Ekologi Menyatukan Budaya Riau Gambut menjadi lahan utama ekologiMenelusuri pulau – pulau indah nan elok rupanyaMeniti sebuah rencana di kawasan Balai Besar KonservasiRiau serius akan...

Puisi: Minta Kesembuhan

0
Minta Kesembuhan Diantara fajar yang sedang rintikDiantara desiran ombak yang mengaungKutadahkan tanganMengemis kepada Sang Pencipta “Tuhan,Engkau-lah pemilik segala harapPemilik segala kasihDan pemilik segala cinta Lindungilah aku dari...

Puisi: Meramu Sajak Duka

0
Meramu Sajak Duka Dalam sajak ini aku meramu lukaRempahnya sejumput diksi tawaSecawan air mata mendidihdan satu sendok teh kecewaAku aduk hingga larut seperti kenanganMengepul penuhi...

Puisi: Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar

0
Seorang Nelayan Miskin di Tepian Sungai Kampar Angin sore bertiup kencang. Memecah arus sungai mengalir perlahan. Pepohonan kelapa dan durian bergoyang. Di sepanjang tepian bagai...

TRENDING TOPIK