Puisi: Bintang

0
Bintang IMasih lekat dalam ingat dengan erat,Kala itu senyummu berkilauan,Lebih terang dari sekitar,Indah menawan.Bersinar dengan lainnya,Tapi kuyakin kau paling terang,Mengalahkan sang surya yang menghangatkan,Setiap malam...

Puisi: Kau Tak Semena-Mena Muncul di Pelataran

0
Kau Tak Semena-Mena Muncul di Pelataran hujan bertandang di luar jadualaku tidak mencium baunyatubuh kebasahan berpunca tak disediakan payungkau tak semena-mena muncul di pelatarankata-kata terkunci...

Puisi: Perang

0
Perang Langit kelabu tak mampu menahan haru.Tangisan ia turunkan demi memandikanbumi yang wajahnya kusam tak karuan.Daratan sepi ditinggal sebagian umatnyayang sudah lari dikejar ketakutan.Sementara mereka...

Puisi: Melampaui Batas Ruang

1
Melampaui Batas Ruang Aku selalu memperhatikanmu dari sudut paling hanaTak kan kau jumpai dimanapun aku beradaKadang kala aku ejawantah suryaMemperhatikanmu dari binar arunika yang adiwarna Aku...

Puisi: Bekunjung

0
Bekunjung Bila tuan bertandang ke kota hambaSudilah tuan menyicip duku barang sedikitAkan sangat senang hamba bila itu terlaksanaakan sangat bangga hamba menanambarangkali hanya itu yang...

Puisi: Rinduku Selalu Pantas Menuju Rumahmu

1
Rinduku Selalu Pantas Menuju Rumahmu Hari ini laut tampil garang tanpa budi bicaraseperti tak tahu beza mana satu sopan dengan premanbayangan zaman sekarang begitu keraspenuh...

Puisi: Bunga Subuh

0
Bunga Subuh Terbangun dari mimpi kosong semalamKu melihat jarum jam masih pukul empat pagiSuara ayam berkokok nyaringMembangunkan jiwa lemah yang masih terbaring Lidah basah meramu jamuan...

Puisi: Lelaki Kopi

0
Lelaki Kopi Sebulir kopi bagaikan nadiMelekat dalam tubuhnyaMenikmati sisa usia senjaBersenandung dalam sajak Di sudut jendela biruLelaki jemari lentik menari rapiDi atas lembaran putihTak bernoda lagiMeremas...

Puisi: Ziarah Sajak

0
Ziarah Sajak Aku bicara bukan tentang matikujuga bukan tentang matimuatau tentang kematian siapa puntetapi sajakku hidup dalam kematiankematian sebuah aksara tertikam dosanapasnya pun beraroma dukabait-baitnya...

Puisi: Hujan

0
Hujan Dalam waktumu hujan adalah ruang dikara penuh rasa manisBermacam-macam opera musim semi dipamerkan ceriaSafir, zamrud, kalimaya berapit menjadi ornamen ruanganSeonggok mimpi melintas rapi sebagai...

TRENDING TOPIK