Puisi: Jika Kusebut Hari Ini Kelabu

0
Jika Kusebut Hari Ini Kelabu Jika gelap kusebut dengan sepiTernyata, kicauan burung lebih awal membuka hari Jika sepi kusebut dengan hampaBagaimana mungkin gema azan tak sampai...

Puisi: Menurut biar Berakal, Mengikut biar Pintar

0
Menurut biar Berakal, Mengikut biar Pintar Menurutlah pada kebenaranjangan sampai menghancurkanakal dipakai bukan sebarangankotak fikir anugerah Tuhandijaga dibaja dengan keimanan. Mengikut bukan sekadar ikutanberfikirlah dengan kepintaranjangan...

Cerpen: Yang tak Seharusnya Dijawab

0
Riausastra.com - Jam dinding menunjukkan pukul 00:40 ketika Adnan terbangun dengan napas sedikit memburu. Kamarnya masih gelap, hanya ada cahaya redup dari ponselnya yang berkedip...

Puisi: Keluhan Iblis

0
Keluhan Iblis Aku jumpa dengannyaDi simpang jalan menuju rumahkuKetika senja datang menuju malamBersembunyi dipebilahan hijau bambu berdaun lebat….Matanya lebam menghitamWajahnya gelap merona amarah: "Kesombonganku tercuriSirna...

Puisi: Angsa Kertas

0
Angsa Kertas Angsa kertas tergeletak begitu saja.Entah sudah berapa lama dia berada di sana.-meja berdebu, ruangan pengap, dan tentu sajapotret dirimu yang tergantung dengan bosan-. Angsa...

Puisi: Kau Menjadi Sajak yang tak Sempat Aku Baca

0
Kau Menjadi Sajak yang tak Sempat Aku Baca kau terselit di antara helai hariyang tak sempat aku buka –sunyi menulismu di pinggir mimpi. huruf-hurufmu gugursebelum sempat...

Cerpen: Napoleon Bonaparte dan Tinggi Badannya

0
Riausastra.com - Suasana studio talk show modern begitu semarak. Lampu-lampu sorot menyoroti panggung yang dihiasi sofa empuk berwarna biru tua.  Di belakangnya, layar besar menampilkan...

Puisi: Dari Kelopak Bayang-Bayang

0
Dari Kelopak Bayang-Bayang Rohani dan jasmani kita bertemudi bawah bayang-bayang Kuala Lumpurrendangnya payung perjuanganbilah bilahnya dari sayap cenderawasihkelopaknya dari kuntuman persahabatansambil mengunyah angin tajamdan awan...

Cerpen: Telaga Hitam di Tengah Hutan

0
Seketika tubuh Zainal mengeras. Kaki dan tangannya-pun tak lagi dapat digerakkan. Syukurlah seorang pria yang tidak dikenali telah menolongnya. Lelaki misterius yang datang tiba-tiba...

Puisi: Ombak tak Pulang

0
Ombak tak Pulang Sesekaliombak kan datang mencapai pantaitak mesti menunggumusim angin barat daya berhembus Disapanya pantaidisentuhnya kehidupan lalu kembali lagike tengah laut Aku hanya bentukan sementara, serunya yang lahirdipukul...

TRENDING TOPIK

Puisi : Hujan yang Dirindu

Puisi : Denting Waktu

Puisi: Perona Pipi

Puisi: Mengakulah Engkau