Cerpen : Darah Terakhir
Riausastra.com - Aku memandang sendu pada lelaki di hadapanku ini. Pikirannya kacau. Wajahnya penuh kecemasan. Sering kali ia memandangi telepon genggamnya. Melihatnya pucat pasi...
Cerpen : Salah Aku, Apa?
Riausastra.com - Salah aku, apa? Mengapa harus aku? Kenapa bisa begini, yach?
Beberapa pertanyaan ini singgah
dalam benakku. Banyak hal yang tidak kumengerti. Akan...
Cerpen : Kutulis Atas Nama Cinta
Riausastra.com - Bersama kerendahan hatiku, kurangkai sebait kata demi kata di hari nan mendung ini. Ingin rasanya menulis setiap kalimat layaknya seorang kuli tinta...
Cerpen : Asap di Ujung Senja
Riausastra.com - Seorang lelaki separuh baya duduk sendirian di sebuah beranda. Tatapannya kosong, seolah-olah pikirannya melanglang buana menembus cakrawala. Jauh sekali. Wajahnya terlihat lebih...
Cerpen : Lelaki Istimewa Itu, Ayahku
Riausastra.com - Matahari terik menerpa dengan cantiknya. Sinaran yang sempurna menyisakan bayang-bayang yang selalu setia menemani. Suara deru kendaraan bersahut-sahutan. Berisik, bising, suara knalpot...
Cerpen : Sayur Kangkung
Apa iya, sayur kangkung dan kawan-kawan bisa memberikan efek bodoh buat konsumen rutinnya? Menurutku, belum tentu, Kawan.
























