sumber foto asli: sherlyana.blogspot.com

Galah Panjang

hujan subuh berkemas pergi
sambil melupakan nyeri
kita tunggu tanah mengering
memungut kuncup bunga jambu yang berserak
bernyanyi-nyanyi riang di tanah lapang
terucap lirik lagu tak sempurna
cukup senyum menjadi sapa pagi

lekaslah lekas mengencangkan waktu
sebelum hari semakin terik
melukis garis dengan gala di atas tanah lembab
menjemput mimpi indah dunia anak-anak

sebelum semua masuk gelanggang
berjanjilah kita akan menyelipkan kenangan masa kecil
di celah-celah pagar hidup halaman rumah
tentang tawa
tentang juang
tentang kesetiaan
juga tentang kelapangan hati

“ingat, jangan sekali-kali melanggar aturan”

suwit gajah, orang, semut
tanda permainan dimulai
seperti hendak menerobos benteng koloni
empat laskar berjaga dengan sepenuh jiwa
sederap hentak langkah lelakon
menjatuhkan kecemasan-kecemasan
di setiap petak yang disinggahi
perang taktik dan teriakan menggema
membuat bibir dan kaki beradu lincah
melaju terus dalam perang
merebut bendera kemenangan

sampailah di pelepasan garis terakhir
napas tersengal-sengal dalam riang
seperti bertemu cahaya keemasan
tak ada keluh kesah
tersebab berjaya
memegang gelar kemenangan

daun-daun luruh menyambut
di dada tumbuh bibit-bibit bahagia
menghapus pilu di tahun-tahun kesedihan

Ruang Kata, 30 Desember 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here