Puisi: Mengenal Dunia

0
Mengenal Dunia POV: Airin Berputar-putar di perut BundaSeperti mengitari semesta tanpa batasAku masih betah di siniMerasakan setiap gejolak emosi yang Bunda rasakan Lihat aku, BundaAku telah terlahir...

Puisi: Sakit Bahagia

0
Sakit Bahagia POV: Airin Bunda lagi pening, ya?Aku tau, Bunda lagi nggak enak body, kan? Kasian BundaBunda pasti lapar dan dahagaBunda pasti gerah dan ingin dandanBunda pasti...

Puisi: Cermin

0
Cermin Aku menatap diri di kacaAda bayanganku di sanaAku yang telah banyak mengeluhHingga lupa untuk bersyukur Hidupku tak lebih sempurna daripada orang lainBukan pula paling merana...

Puisi: Darah Terakhir

0
Darah Terakhir 3 Isya telah berlaluAda syukur yang bersemi dalam jiwaInikah yang disebut dengan “Rahmat”?Ada hikmah di setiap peristiwa Aku menemui wanita berkerudung panjangAku tak mengenalnyaIa juga...

Puisi: Tiada yang Lebih Damai selain Hidup Diteduhi

0
Tiada yang Lebih Damai selain Hidup Diteduhi Perlahan-lahan pagi mengembangkan senyumansemanis bujukan berbisa seorang isteri dan pesan seorang ibujangan menjelma benang kusut bagi masyarakattapi selalu...

Puisi: Darah Terakhir

0
Darah Terakhir 2 Lelaki kedua kembali mendatangi lelakikuSahabat lama yang hadir di tengah masa sulit iniMenawarkan diri sebagai pendonor selepas berbukaDi saat senja telah beranjak Gema adzan...

Puisi: Tuhan, Tetapkan Aku di Jalan Itu

0
Tuhan, Tetapkan Aku di Jalan Itu Terik hari bukan halang kenderaan lalu lalangdan hujan kencangjalan bengkang bengkok tetap sibukorang-orang memburu mimpi keseronokan sementaratak pernah taksir...

Puisi: Darah Terakhir

0
Darah Terakhir 1 Tujuh kantong darah, sia-siaTiada satu pun yang cocokAirin semakin melemahParunya… Ikhtiar ini serasa tiada artiAku diselimuti putus asaIngin kulambaikan kedua tanganku“menyerah” Tapi, perjalanan takdir belum...

Puisi: Suara Hujan

0
Suara Hujan Apakah masih kau dengarsuara hujan dari luarjuga riciknya yang perlahanmerambat ke beranda?Waktu itu udara semakin dinginkarena dihajar cuaca. Rerumputan pada tengkurupdan basah kuyup, tetapi...

Puisi: Sebait Doa

0
Sebait Doa Ilalang menari-nari diterpa sang bayuMeliuk-liuk mengikuti maunya anginTangkainya melunglaiTapi tidak dengan akarnya Aku memasrahkan diriMenyusuri episode suratan tanganRagaku boleh merapuhTapi tidak dengan imanku Kulangitkan sebait...

TRENDING TOPIK

Puisi: Gerimis Senja

Puisi: Mudik

Cerpen: Anti Hujan