Puisi: Mengenal Dunia
Mengenal Dunia
POV: Airin
Berputar-putar di perut BundaSeperti mengitari semesta tanpa batasAku masih betah di siniMerasakan setiap gejolak emosi yang Bunda rasakan
Lihat aku, BundaAku telah terlahir...
Puisi: Sakit Bahagia
Sakit Bahagia
POV: Airin
Bunda lagi pening, ya?Aku tau, Bunda lagi nggak enak body, kan?
Kasian BundaBunda pasti lapar dan dahagaBunda pasti gerah dan ingin dandanBunda pasti...
Puisi: Cermin
Cermin
Aku menatap diri di kacaAda bayanganku di sanaAku yang telah banyak mengeluhHingga lupa untuk bersyukur
Hidupku tak lebih sempurna daripada orang lainBukan pula paling merana...
Puisi: Darah Terakhir
Darah Terakhir
3
Isya telah berlaluAda syukur yang bersemi dalam jiwaInikah yang disebut dengan “Rahmat”?Ada hikmah di setiap peristiwa
Aku menemui wanita berkerudung panjangAku tak mengenalnyaIa juga...
Puisi: Tiada yang Lebih Damai selain Hidup Diteduhi
Tiada yang Lebih Damai selain Hidup Diteduhi
Perlahan-lahan pagi mengembangkan senyumansemanis bujukan berbisa seorang isteri dan pesan seorang ibujangan menjelma benang kusut bagi masyarakattapi selalu...
Puisi: Darah Terakhir
Darah Terakhir
2
Lelaki kedua kembali mendatangi lelakikuSahabat lama yang hadir di tengah masa sulit iniMenawarkan diri sebagai pendonor selepas berbukaDi saat senja telah beranjak
Gema adzan...
Puisi: Tuhan, Tetapkan Aku di Jalan Itu
Tuhan, Tetapkan Aku di Jalan Itu
Terik hari bukan halang kenderaan lalu lalangdan hujan kencangjalan bengkang bengkok tetap sibukorang-orang memburu mimpi keseronokan sementaratak pernah taksir...
Puisi: Darah Terakhir
Darah Terakhir
1
Tujuh kantong darah, sia-siaTiada satu pun yang cocokAirin semakin melemahParunya…
Ikhtiar ini serasa tiada artiAku diselimuti putus asaIngin kulambaikan kedua tanganku“menyerah”
Tapi, perjalanan takdir belum...
Puisi: Suara Hujan
Suara Hujan
Apakah masih kau dengarsuara hujan dari luarjuga riciknya yang perlahanmerambat ke beranda?Waktu itu udara semakin dinginkarena dihajar cuaca.
Rerumputan pada tengkurupdan basah kuyup, tetapi...
Puisi: Sebait Doa
Sebait Doa
Ilalang menari-nari diterpa sang bayuMeliuk-liuk mengikuti maunya anginTangkainya melunglaiTapi tidak dengan akarnya
Aku memasrahkan diriMenyusuri episode suratan tanganRagaku boleh merapuhTapi tidak dengan imanku
Kulangitkan sebait...




























