sumber foto asli: pixabay

Tuhan, Tetapkan Aku di Jalan Itu

Terik hari bukan halang kenderaan lalu lalang
dan hujan kencang
jalan bengkang bengkok tetap sibuk
orang-orang memburu mimpi keseronokan sementara
tak pernah taksir usia dan tenaga tertumpah ke sana
pada hal kitab tua
tak henti-hentinya beri peringatan luar biasa

Masa terus gugur dan berkubur
tak pernah kembali seperti perantau
aku di kota tak jauh keinginan pulang ke desa
lihat wajah ibu kian berkedut cerita banyaknya pengalaman
jumpa kembang mawar setia dengan bau dan warnanya
maka maknailah dengan ketaatan seorang hamba
ini satu-satunya jalur sejahtera

Tuhan,
tetapkan aku di jalan itu

Melaka, 22 MEI 2022 / 21 SYAWAL 1443

Artikel sebelumnyaPuisi: Darah Terakhir
Artikel berikutnyaPuisi: Darah Terakhir
Bermukim di Melaka, Malaysia. Pernah menimba ilmu di Universitas Islam Negeri Banda Aceh dalam bidang Dakwah dan UTM, Skudai, Johor (Universiti Teknologi Malaysia) Seorang pesara guru KPM (Kementerian Pendidikan Malaysia) mulai tahun 2022. Berminat dalam bidang puisi sejak masih belajar di sekolah.dan sekarang menjadi ahli Ikatan Persuratan Melayu Melaka. Puisi-puisi pernah muncul di Berita Harian, Utusan Borneo, Harian Ekspres, Mingguan Malaysia, majalah Dewan Sastera, Tamadun Islam, Wanita dan lain-lain. Majalah online seperti Lamanriau.com, Potret Online com, Kosana.my.id., sksp-literary.com, Sabah360 online.Sudah mempunyai puluhan antologi bersama di antaranya Antologi C Antagonis (ASWARA 2020) Bahtera Merdeka (Tinta Karya 2020) Pasrah (PTK 2020) Citra Yang Tak Padam ( Narangkai Publications 2021) Sejernih Embun (KS 2021)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini