Puisi: Batang Taring Belang
Batang Taring Belang
Aku si lumut hijau kotorMenempel antara tembok keringYang gersang terkena panas,Yang terampas ke tanah oleh haus
Fatamorgana melukis genangan aspal hitamMenabur serbuk-serbuk kenyataan.Lalang...
Puisi: Dari Rioh ke Riau
Dari Rioh ke Riau
Sesungguhnya para awak perahu yang hilirtelah lama riak sungainya diserahkan kepada arusragu-ragu menuju limpahan aroma yang harummenghanyut perahu tak henti berceritabukan...
Puisi: Aku Pesan Doa
Aku Pesan Doa
aku pesan doadalam secangkir harapselepas sahurmelayangkan niatdi ruang lingkup subuhmengurungkan ambisi yang riuh
aku pesan doadari segala dahagamenyurutkan nafsumenundukkan pandangandan melamurkan mataku
aku pesan...
Puisi: Pesan Ajaib Ibu
Pesan Ajaib Ibu
Besok pagi ibu berangkat ke kotaSebelum semuanya bangun, ia titipkan pesan bergayut di depan pintu kamar:“setelah bangun jangan lupa olahraga ringan,Sarapan sebelum...
Puisi: Kepada Pram
Kepada Pram
-Pramoedya AnantaToer
kepada pram:kutitipkan ratapan basahyang menganyam bait katapada jeruji kesengsaraandi Pulau Buru
kepada pram:kutuliskan alur hidupmudijejak-jejakanak semua bangsayang melepaskansayap kebebasannya
kepada pram:kupersembahkannyanyian seorang bisuyang meruah,kekalkan...
Puisi: Nyanyian Istanah
Nyanyian Istanah
Jadi juga engkau berjalanMeninggalkan mahkota istanahPayung emas penangkal hujanTongkat tua pemangku amanah
Meraung kursi sejak ditinggalkanKini rapuh dimakan usiaKemana nasib akan dikadukan’Karena raja telah...
Puisi Amak: tentang Apak
Amak: tentang Apak
Ibu bilang aku ayah seutuhnya“Jangan risau ucap orangItu bapakmu nak!”Tunjuknya menghapus letih di pundak dan peluh di pipi
Aku dikasih tahu ibu kisah...
Puisi: Seindah Tradisi
Seindah Tradisi
Riang senyum anak-anak desamewarnai cerita dari wajah-wajah sederhanatentang pribadi penuh cintadi sudut beranda rumah seadanya
Suasana kenduri berbagi gembirahidangan tersaji aneka rupatulus rasa melantun...
Puisi: Koridor Debu
Koridor Debu
Kulihat kusam memburamDisudut sejarahnya yang kelamKota sayap ini belum lagi tenggelamPerisainya kini menjulur kelangitMenghujam keatas bak mata pisauMendongak asa melewat batas
Walaupun deras air...
Puisi: Tak Pernah Cabut
Tak Pernah Cabut
angin sempat berhentiketika mencintaipada kecantikan alamyang begitu purnama
laut sempat surutdari tiap-tiap waktu tertentubulan sempat jadi sabitsebelum jadi rindu
tapi dalam dunia keduaperistiwa ketiga...




























