sumber foto asli: pixabay

Koridor Debu

Kulihat kusam memburam
Disudut sejarahnya yang kelam
Kota sayap ini belum lagi tenggelam
Perisainya kini menjulur kelangit
Menghujam keatas bak mata pisau
Mendongak asa melewat batas

Walaupun deras air menyerbu
Banjirmu hanya sebatas melintas
Kini jeritan tuah telah diserah
Membilas debu-debu yang tumpah
dari abuk-abuk kayu yang melimpah

Kulihat raut mukamu membiru
Disudut masker wajah tertutup
Kota sayap ini tetap bermandikan debu
Koridornya panjang sampai ke hulu
Namun tak daya yang halang melintang

Walaupun diserang beribu rindu
Dalam keluh kesah meriuh rendah
harapmu sudah sepuas mewah
Membalut debu-debu yang membisu

Kulihat diujung menara sana menabung asap
Kepul mengulum didalam sampul
Ohh…
Kota sayap ini masih gagah
Menghijaunya tanah dengan serakah
Mengamuklah si Jantan yang kehilangan arah
Hilanglah rumah tempat merebah

Walau dicabik-cabik menjerit
Sijantan telah punah dimakan tanah
Dari debu-debu yang jatuh kebawah

Pangkalan Kerinci

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here