Puisi: Embun

0
Embun perlahan pagimembukakelopak matadari mimpi indahnya embun tersenyum ramahmenyapa mentariyang akan melumerkansegala yang kusebut kehilangan pucuk dedaunanmasih terpakudalam kebekuanyang teramat singkat jeritan burung-burunggemuruhkan tawayang membabi butakeseluruh isi bumi lalu...

Puisi: Semoga Engkau Selalu Bersamaku

0
Semoga Engkau Selalu Bersamaku Ada yang tak memiliki telinga layaknyajarum jam yang tak mendengar akandenyut nadinya. Ia berdetak mengiringi intuisiyang selalu diberi daya oleh semesta. “Cinta...

Puisi: Perjalanan

0
Perjalanan Kukira telah separuh perjalanankomet di lintasansetelah bulan memantul seluruhdan kita mulai letih membacapikiran masing-masingJejak-jejak berdiangdi filamen-filamen jalan Apa yang dibawa mimpi masih terjagadi kening dan...

Puisi: Tak Abadi

0
Tak Abadi 1 Kenapa petang diabadikan Tak ada hal mentari di abaikan Petang dan senja tak luput dinantikan Terpesona lukisan-lukisan menawan Kenapa engkau abadikan petang Nari-menari  karang  didersiran Bak cinta ditengah riuh...

Puisi: Tepi Rindu

0
Tepi Rindu Sudah bertahun menimbun rindu pada seorang kasihDari musim kemarau hingga musim hujanKembali lagi ke musim kemarauBerulang seperti mengayuh roda sepedaLelah, hai wanita kelak...

Puisi: Segelas Wedang Jeruk

0
Segelas Wedang Jeruk di atas selembar talenan jeruk tua yang mulai keriput mendadak mengkerut lalu membelah diri di depan sepasang mata pisau yang tak lepas mengawasi dan mencatat segala rasa ke dalam...

Puisi: Lentera Cinta

0
Lentera Cinta Sejuta kali aku memanggil sebuah namaNamun diam yang terjawabSejauh mana aku melangkahIa tak kunjung aku temukan Sejuta kali aku mengingat wajahnyaBayangnya pun tak nampak...

Puisi: Berteman Kebisuan

1
Berteman Kebisuan Suara-suara lantangKeluar dari mulut-mulut lebarSaling bersautanBerlomba mencari kambing hitamMembuat dunia berisik terdengar Manusia-manusia dilanda ketulianJangankan suara kebenaranLolongan serigala di depan telinga pun tak terdengar Kebaikan...

Puisi: Jelaga Hasrat

0
Jelaga Hasrat Kita adalah lentera di tanah makammemaksa terang dalam gelapditampar ribuan kunang enggan terkapar Di atas lembar waru berserakanMerutuk kebodohan terus berkabarSatu per satu musnah...

Puisi: Jangan Datang Malam Ini

0
Jangan Datang Malam Ini (Kepada Azi) Tidak usah berlaku sial,Di luar banyak bahaya!Desakkan waktu seperti kilatan petir di hujan yang kautatapSementara cinta butuh desahan detik setiap...

TRENDING TOPIK

Puisi: Usang

Puisi: Teringat Semeru

Puisi: Syair Perahu