Puisi: Pengakuan di Idul Adha
Pengakuan di Idul Adha
Kidung sunyi bersenandung di langit KhatulistiwaAwan berarak perlahan menghitung bilangan waktuPada hati yang merinduPada diam paling bekuTak serupa dengan isi benak...
Puisi: Rehatlah Bintang
Rehatlah Bintang
Rantai kian erat melilit leherkuLidahku buntung tanpa di potongTak ada yang bisa ku utarakanHanya pikiran yang senantiasa ricuh menyuarakan keinginan
Yang akhirnya tumpah melalui...
Cerpen: Ada Cerita Penebuk
Riausastra.com - Malam-malam di Desa Lilot berubah menjadi sangat mencekam. Matahari selalu pamit dengan rasa waspada yang tak tertahankan. Jadwal mengaji anak-anak yang tadinya...
Puisi: Darah
Darah
Kita mungkin berbezabahasa ras dan agamaTapi darah kita tetap samaMerah warnanyaManusia selalu alpa dan lupaDarah boleh menyatukan semuaDi saat genting merajut nyawaTidak dinamakan darah...
Puisi: Cerita Cincin
Cerita Cincin
Di tengah sore pasar keramaian kotaDalam belalak mataOtak kecil menyempitTangan kekar berkilap mistis mencengkeram segelas kopiBatu itu menghias buku jari tengahnyaEksotis ranum merah...
Puisi: Bukittinggi, Rumah yang Menanti
Bukittinggi, Rumah yang Menanti
Bila engkau baru saja datangmaka singgahlah barang sejenaksebab di sini rumahmenyambutmu dengan ramah
Sejuk udaranya akan memelukmubercerita pada tiap ruas jalanseakan menjumpai...
Cerpen: Terusir dari Kampung
Ini kisahku bersama anak lelaki-ku satu-satunya. Kisah yang akan kuceritakan padamu,- yang mungkin sewaktu-waktu dapat membuka mata hatimu. Juga mata hati orang-orang yang peduli...
Puisi: Bedande’
Bedande'
Dari atas jembatan besi yang bersusun rapiDan langit biru yang memesonaBedande' Raja Alam terkenang juaBercerita tentang kebijaksanaan dan penerimaan hidupPedande', pemilik sifat bidadarian, bersenandung...
Puisi: Anugerah Cahaya
Anugerah Cahaya
Detik itumemang sesuatu yang pantasserasa rasa yang mecengkam kuatgetaran puncak dari dalamtentang diri yang kerdildan pundak yang menanggung.
Berselang-seli bergaulyang menghilang bersama kelucuba perlahan...
Puisi: Darah Sama Merah
Darah Sama Merah
Kau Cina Aku MelayuKau India Aku MelayuKau Kadazan Aku MelayuKau Iban Aku MelayuBangsa mungkin berbezaMengikut darjat dan rupaAgama ikut percayaTapi darah kita...




























