Puisi: Pengakuan di Idul Adha

0
Pengakuan di Idul Adha Kidung sunyi bersenandung di langit KhatulistiwaAwan berarak perlahan menghitung bilangan waktuPada hati yang merinduPada diam paling bekuTak serupa dengan isi benak...

Puisi: Rehatlah Bintang

0
Rehatlah Bintang Rantai kian erat melilit leherkuLidahku buntung tanpa di potongTak ada yang bisa ku utarakanHanya pikiran yang senantiasa ricuh menyuarakan keinginan Yang akhirnya tumpah melalui...

Cerpen: Ada Cerita Penebuk 

0
Riausastra.com - Malam-malam di Desa Lilot berubah menjadi sangat mencekam. Matahari selalu pamit dengan rasa waspada yang tak tertahankan. Jadwal mengaji anak-anak yang tadinya...

Puisi: Darah

Darah Kita mungkin berbezabahasa ras dan agamaTapi darah kita tetap samaMerah warnanyaManusia selalu alpa dan lupaDarah boleh menyatukan semuaDi saat genting merajut nyawaTidak dinamakan darah...

Puisi: Cerita Cincin

0
Cerita Cincin Di tengah sore pasar keramaian kotaDalam belalak mataOtak kecil menyempitTangan kekar berkilap mistis mencengkeram segelas kopiBatu itu menghias buku jari tengahnyaEksotis ranum merah...

Puisi: Bukittinggi, Rumah yang Menanti

0
Bukittinggi, Rumah yang Menanti Bila engkau baru saja datangmaka singgahlah barang sejenaksebab di sini rumahmenyambutmu dengan ramah Sejuk udaranya akan memelukmubercerita pada tiap ruas jalanseakan menjumpai...

Cerpen: Terusir dari Kampung

Ini kisahku bersama anak lelaki-ku satu-satunya. Kisah yang akan kuceritakan padamu,- yang mungkin sewaktu-waktu dapat membuka mata hatimu. Juga mata hati orang-orang yang peduli...

Puisi: Bedande’

0
Bedande' Dari atas jembatan besi yang bersusun rapiDan langit biru yang memesonaBedande' Raja Alam terkenang juaBercerita tentang kebijaksanaan dan penerimaan hidupPedande', pemilik sifat bidadarian, bersenandung...

Puisi: Anugerah Cahaya

0
Anugerah Cahaya Detik itumemang sesuatu yang pantasserasa rasa yang mecengkam kuatgetaran puncak dari dalamtentang diri yang kerdildan pundak yang menanggung. Berselang-seli bergaulyang menghilang bersama kelucuba perlahan...

Puisi: Darah Sama Merah

Darah Sama Merah Kau Cina Aku MelayuKau India Aku MelayuKau Kadazan Aku MelayuKau Iban Aku MelayuBangsa mungkin berbezaMengikut darjat dan rupaAgama ikut percayaTapi darah kita...

TRENDING TOPIK

Puisi: Perantau

Puisi: Jangan Tanya

Puisi: Rantau Kasih