Puisi: Bila Kau di Tampuk Kuasa
Bila Kau di Tampuk Kuasa
Bila kau di tampuk kuasaKau berdiri di puncak sanaMemandang dunia seakan kecil bagimuMemandang dunia dengan rakus nafsumu
Bila kau di tampuk...
Puisi: Bulan-Mu Lebih Pijar dari Matahari
Bulan-Mu Lebih Pijar dari Matahari
Tuhankuaku tidak pernah tahubulan-Mu lebih pijar dari mataharimembakar dosa-dosa lalu
Cahayanya bukan ultraungutetapi nuriah rahmah yang luaslebih luasdari ketujuh-tujuh lautan dan...
Puisi: Cahaya Maghfirah
Cahaya Maghfirah
cahaya maghfirahturun melimpahi bumisayunya meresap ke dalam jiwasumbu rindu bernyala-nyala
yang mamaimasih lena dibisik dosatermangu-mangukala cahaya mengetuk dada
pada wangian malamsang perindu bersengkang matamemilih jalan...
Puisi: Tega
Tega
Untuk apa bicaraBila telinga yang dituju,Memilih acuh,dan selalu menolak untuk setuju.
Apa guna memintaJika nyatanya harap,Hanya kau anggapSebagai kata semata.
Penat hati menungguPada pagi yang tak...
Puisi: Pak Danur dan Sebakul Botol Air Minum
Pak Danur dan Sebakul Botol Air Minum
Pak Danur menatap senja dengan amarahIa membenci hidup, senja, angin dan dirinya sendiriMembenci angin yang lewat tanpa permisiMembenci...
Puisi: Pondok Kehidupan
Pondok Kehidupan
Biarlah gedung-gedung pencakar langit itutumbuh subur di tengah lautan banjirbiarlah pesawat modern itu melintasiudara penuh kabut asap pekat
Sementara, aku bersandar di pondok kehidupandi...
Puisi: Cerita Tanah
Cerita Tanah
Angin berdesir, tanah melaungDatang dan kembalilah!Lepaskan dunia, relakan sengsaratelah sampai pada waktunyaberlabuhlah.
Berhenti menderita, nikmati pulangDatang dan kembali lah!Tukar derita dengan apa adanyaTak lagi...
Puisi: Mesin Ketik Ayah
Mesin Ketik Ayah
Tik tik tik, tik tik tikkemratak mesin ketik ayah,Menderu berisik hingga ke sudut rumah
Tinta hitam,tinggal setengahdipaksa berkiprah, menafkahi anak istri di rumahtersendat,...
Puisi: Kepada yang Luput dari Pangkuan
Kepada yang Luput dari Pangkuan
Aku harap bulan bersinar sedikit lebih terangtiap kali kau keluar dari persembunyian,meski ‘tuk sekadar mencari anginatau ketenangan batin.
Adakah angin bertiup...
Puisi: Mengunci Diri
Mengunci Diri
kau benar,adakalanya yang sementarahanya memilin lebih banyak duka,lebih perih, lebih tangis, lebih dari segalanya.sejak bahagia mula singgah di hatimu,kukunci diri di dalamnya;jika-pun retak...




























