Puisi : Negeri Berasap
Negeri Berasap
Ibu..
Apa yang harus kulakukan?
Bila sesak menghampiri dadaku
Dan perih singgah di pelupuk mataku
Ayah..
Apa yang harus kukatakan?
Tentang jiwa yang perlahan kerontang ini
Tentang nafas yang mulai...
Puisi : Gerimis
Gerimis
Tahukah engkau duhai gerimis?
Hadirmu laksana mutiara
Teramat berharga untuk dimiliki
Hadirmu laksana mutiara
Teramat jauh dari genggaman jemari
Tahukah engkau duhai gerimis?
Ketidakhadiranmu membuat hati merindu
Di antara keringnya jiwa
Mendamba...
Cerpen : Sayur Kangkung
Apa iya, sayur kangkung dan kawan-kawan bisa memberikan efek bodoh buat konsumen rutinnya? Menurutku, belum tentu, Kawan.
Puisi : Penyair Dua Istana
Oow..
“Paduka yang mulia!
Sepertinya engkau lelah.
Minumlah, ramuan dari telaga tujuh mata air ini!
Puisi : Hujan yang Dirindu
Sampaikan pada yang dirindu
Ia selalu ada dalam ingatan
Ia selalu terkenang dalam jiwa
Tak pernah usai
Selagi asap masih mengangkasa
Puisi : Mentari Laksana Purnama
Mentari pagi yang aku pandang
Dibias kabut laksana bulan purnama
Merah bagai senja
Di antara pohon pinang yang menjulang tinggi
Puisi : Selamat Hari Anak Indonesia
Kami anak-anak Riau
Turut gembira mengenang perayaan ini
Penuh suka cita
Terucap manis lewat lisan-lisan kami
Puisi : Selamat Datang Kabut Asap
Selamat datang kabut asap
Hadirmu tak slalu dinanti
Seperti pagi tadi
Diam-diam bertandang tanpa permisi



























