Puisi : Negeri Berasap

0
Negeri Berasap Ibu.. Apa yang harus kulakukan? Bila sesak menghampiri dadaku Dan perih singgah di pelupuk mataku Ayah.. Apa yang harus kukatakan? Tentang jiwa yang perlahan kerontang ini Tentang nafas yang mulai...

Puisi : Gerimis

0
Gerimis Tahukah engkau duhai gerimis? Hadirmu laksana mutiara Teramat berharga untuk dimiliki Hadirmu laksana mutiara Teramat jauh dari genggaman jemari Tahukah engkau duhai gerimis? Ketidakhadiranmu membuat hati merindu Di antara keringnya jiwa Mendamba...

Cerpen : Sayur Kangkung

0
Apa iya, sayur kangkung dan kawan-kawan bisa memberikan efek bodoh buat konsumen rutinnya? Menurutku, belum tentu, Kawan.

Puisi : Penyair Dua Istana

0
Oow.. “Paduka yang mulia! Sepertinya engkau lelah. Minumlah, ramuan dari telaga tujuh mata air ini!

Puisi : Hujan yang Dirindu

0
Sampaikan pada yang dirindu Ia selalu ada dalam ingatan Ia selalu terkenang dalam jiwa Tak pernah usai Selagi asap masih mengangkasa

Puisi : Mentari Laksana Purnama

0
Mentari pagi yang aku pandang Dibias kabut laksana bulan purnama Merah bagai senja Di antara pohon pinang yang menjulang tinggi

Puisi : Selamat Hari Anak Indonesia

0
Kami anak-anak Riau Turut gembira mengenang perayaan ini Penuh suka cita Terucap manis lewat lisan-lisan kami

Puisi : Selamat Datang Kabut Asap

0
Selamat datang kabut asap Hadirmu tak slalu dinanti Seperti pagi tadi Diam-diam bertandang tanpa permisi

Puisi : Sastra

0
Inilah Sastra… Yang anginnya lebih sering sepoi-sepoi

TRENDING TOPIK