Cerpen : Asap di Ujung Senja
Riausastra.com - Seorang lelaki separuh baya duduk sendirian di sebuah beranda. Tatapannya kosong, seolah-olah pikirannya melanglang buana menembus cakrawala. Jauh sekali. Wajahnya terlihat lebih...
Puisi : Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda
Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda
Lihat asap menggumpal di sela-sela nadi anak bangsaTerengap-engap mencari udara yang pantas untuk dihirupLalu, kesudahannya hanya bagai angin laluDiam.Meski jasad...
Puisi : Oleh-oleh dari Riau
Oleh-oleh dari Riau
Perlukah aku memberimu,Sepotong kemojo yang mulai menghitam?Agar engkau tau, tentang luka di Tanah Melayu
Perlukah aku membelikanmu,Seekor selais selepas disalai?Agar engkau faham, tentang...
Puisi : Hujan yang Meluruh
Hujan yang Meluruh
Wahai sang mata airMerendahlah dan jatuhlah ke mimbar-mimbar keputusasaan kamiMengalirlah dan membumilahMembasuh luka yang merasuk perlahan
Wahai sang mata airHiraukanlah mata kami yang...
Puisi : Tarian Asap
Tarian ASAP
Asap kembali bersemiMenguncup, merekah, mekar mengembangIa tabur benih-benih keresahanMengakar di dasar jiwa-jiwa yang sengsara
Asap kini diberi panggung lagiIa menari mengikuti irama sang tuanLemah...
Puisi : Kami Datang Pada-MU
Kami Datang
Kami datang pada-MuMembawa dosa dan sejumput pengharapanLangkah menjejak, kepala menundukKedua tangan menengadah, mata hati ikut terpejam
Kami datang membasuh diriMengurai butir-butir kesombongan dalam hatiDi...
Puisi : Disisi Sebuah Kota
Di Sisi Sebuah Kota
Para lelaki dewasa bertikai dengan tenagaMembanting tulang diselimuti pekatnya asapTak hirauUntuk sebuah harapan tersedia di periuk dapur
Para wanita berbadan melarMenggelar lapak-lapak...
Puisi : Asap Negeri
ASAP NEGERI
Hadirmu,Laksana lagu tanpa melodiIbarat puisi tanpa aksara
Puisi : Bulan Merah
Bulan Merah
Bulan merah tersenyum Membuka hari dengan harapan berseriDi sudut matanya,Ada tangis yang tertahan: rindu
Bulan merah mengeja kabutTak ada solusiTak ada empatiTak ada peduliDiam...
Puisi : Aspirasiku
Aspirasiku
Ini aspirasiku!Bukan puisi sembarang puisi!
Ini deritaku!Bukan asap sembarang asap!
Puisi-puisiku takkan henti!Sebelum asap mati!Lenyap bersama yang menikmati!!!
Seperti yang berlaluTernyata kau (asap) tak pernah usai!!!!




























