Puisi: Hari Bersih yang Putih

0
Hari Bersih yang Putih Akan tiba hari putih,setelah dibersihkan oleh jasmaniah danbatiniah usia,mendidik sewaktu rembulan kecilhadir di taman waktusehingga merahnya garis cahayasebelum kembalinya karya senja. Kita...

Puisi: Kala Bintang Bersinar

0
Kala Bintang Bersinar Kala bintang bersinarlangit mula tersenyumudara menari ceriamengisi sunyi malam Di tabir alambintang bahagia ditemani bulanberkelip penuh harapanselagi adanya sinaranmupasti bulan setia di sisihidup...

Puisi: Belenggu

0
Belenggu Lama aku memandang langitMenyaksikan gemerlap bintang dengan tenangLalu tersadar aku dengan pertanyaan“Bisakah aku menjadi bulan” Aku menatap pintu-pintu ruangan ituHarapan masa lalu itupun ikut datangDingin...

Puisi: Si Bungsu

0
Si Bungsu Ialah si bungsuTerbiasa mengerti segalanyaDijuluki si manjaHanya ingin menang sendiri Ialah si bungsuSiapa yang ingin tahu lukanyaBermain sendiri pun ia tak apaBerbicara merupakan petaka Ialah...

Puisi: Dendam

0
Dendam secawan dosamanisnya bersemut di dasar hatiditambah sesudu fitnahyang larut tanpa ragu lidah pun menjadi tuanpercikan kata menjadi baracukup untuk merentungiman yang gementardi kawah nestapa api pun...

Puisi: Hujan di Dalam Pikiran

0
Hujan di Dalam Pikiran Curahan air dari langit menghujani dinding bata merahPintu panggung yang berdiri tegak di tengah selaksa peristiwaSungguh menyita waktuSetiap kepingan tepi lurus...

Puisi: Batuk Marapi

0
Batuk Marapi gunung marapi di ranah minangmembawa angin rindu ke telaga dewibiar gigil segala mestiadakah pelangi suatu hari nanti?gunung marapi salam lestariberhentilah batuk berdarahbiarkan luka-luka...

Puisi: Kurengkuh Wajah Ramadan

0
Kurengkuh Wajah Ramadan Pada gulita yang gulana jatuh di tubuh semestaMerintih dalam kekuatan pinta, terbiar di antara kepingan kasih yang ternodaJika ini takdir kuketuk pintu...

Puisi: Luka yang Tak Tampak

0
Luka yang Tak Tampak Duhai saudaraku….apa yang membuat engkau buta?menjadi sehingga gila harta dan duniabukankah engkau tahu bahwa ini hanya sementara Duhai saudaraku….bukankah kita sama "hanya...

Puisi: Mata adalah Malapetaka

0
Mata adalah Malapetaka Berakhir sudahGoresan menjelma sakit pada air mataKelenjar masa menghardik detik-detikMasih tetap samaMata adalah malapetakaDan telinga adalah kelemahan wanitaGelombang rasa menghantamMenembus dinding iman...

TRENDING TOPIK