sumber foto asli: pixabay

Pensil Merah Jambu

Tanpa diary yang dibuka kembali
Hanya kenang dengan lekat pada sebelah celah isi kepala
Tentang pensil merah jambu yang kau pinjam dulu
Pensil terindah hadiah ulang tahun dari ibu
Kau masukkan ke dalam tas lusuh berwarna biru
dengan jahitan timbul, tanda robek yang bertubi-tubi

Menuruni tangga jamban menaiki sampan
Kau dayung menuju seberang
Menuju peraduan dan esok engkau datang kembali
Menungkah,
Menerjang riak mulia kencana memercik biduk
Tak ayal baju merah putihmu basah

Lalu,
Menaiki tangga jamban akibat timpas jalang
Senyum mengukir bibir tipis nan ayu
Menanti ya oma ya oma
Atau sekedar do mi ka do

Di atas meja terikat bangku
Kau serahkan pensil merah jambu bertampuk karet biru.

Perawang, 23 September 2021

Artikel sebelumnyaPuisi: Mayang Mengurai
Artikel berikutnyaPuisi: Saku Celana Ayah
Lahir 10 Oktober 1988 di Rasausati (sekarang Okura) salah satu desa kecil di Pekanbaru. Karyanya pernah dimuat di riausastra.com, buletinkapass.com, dan tirastimes.com. Sekarang sedang belajar puisi di Asqa Imagination School (AIS). Baru-baru ini prestasi yang ia raih adalah harapan 1 pada Anugerah COMPETER 2022, sebuah ajang sastra yang pemenang utamanya akan diumumkan per 1 Januari 2022 mendatang. Tunak di Community Pena Terbang (COMPETER) - Indonesia. Sabar, syukur, dan ikhlas adalah motto hidupnya. WA: 0852-7865-1864

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here