sumber foto asli: pixabay

Perempuan Tak Bermahkota

Di ujung dermaga berkabut
Perempuan itu tersenyum kepada maut
Menyingkat napas-napas mulut
Membias di ubun kepala rambut.

Berjalan antara kerikil tajam
Terkatung rasa tabah alami
Memikul insan belia di rahim
Dengan wajah pucat dan perasaan peluh, kecapan garam

Perempuan itu sederhana
Kasih sayang seperti muara tak kunjung temu
Tak bermahkota, bertelapak surga
Dia adalah Ibu

Perempuan paruh baya dengan daster lusuh,
Dan rambut hitam mulai memutih.
Seribu doa kekal untuknya.
Untuk mengetuk pintu semesta, kepada Ilahi

Perawang, 15 Oktober 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here