sumber foto asli: pixabay

Lika-Liku Kehidupan

Awan memotret alam
gemuruh hujan
suara petir dan halilintar
menyambar tabir-tabir mimpi

Awan hitam menutup celah langit
kesiur angin kencang terdengar
membuatku melangkah sembarang arah. sempoyongan
tak menentu, antah berantah

Aku tersibak, jatuh
terpelanting rebah jimpah
bagai tersungkur di bawah tanah

Aku bangkit, berjalan pelan
bak siput yang lengang
jalan ini semakin menantang
berliku, menanjak, tikung-menikung

Hati mendesir. bergusar
sanggupkah merintanginya?
Sendirian

Tak ada celah pintu terbuka
kecuali Sang Singgasana
Sang Pencipta—Pencetus cakrawala
nan Agung, pun Mulia

Bagai menggenggam purnama
seketika hadirlah cahaya
yang berkilau, seperti mutiara
menggelora, doa dan pertolonganNya

Pacitan, 17 Shafar 1443 H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here