Puisi: Hingga Langit ke Tujuh Aku Mencintaimu

0
Hingga Langit ke Tujuh Aku Mencintaimu Hingga langit ke tujuh aku mencintaimumelewati batas cakrawala yang tidak tersentuh menembus awan gemawan di langit birumelayang di antara...

Puisi: Sepucuk Surat untuk Ra

0
Sepucuk Surat untuk Ra Ra,aku menulis ini di halaman terakhir malamyang tak kunjung menemukan paginyaSisa kopi mengendap di dasar cangkir,seperti rindu yang tak tahu cara...

Puisi: Nirmala Itu Menyebut Namaku

0
Nirmala Itu Menyebut Namaku di punggung malam yang meminjam bahu bulan,pada tasik yang merisik hati terusikkulihat sabda bibirmu meniti garis tipis di antarakehampaan dan sejumput...

Puisi: Secebis Selisih

0
Secebis Selisih sebelum semuanya sirna sisa semangat semakin senyapseperti sebagaimana sendiri selepas saling salah sangkasandiwara seketika sia-sia sementara sepi seolah suasilih silang serupa sikut sengketasuatu...

Puisi: Candra

0
Candra Di langit malam candra berdiriBagai penyair bisu memuja sunyiSinarnya lembut menusuk jiwaMenyulam rindu tak bernama Candra saksi cinta dan lukaMenyorot rahsia malam hampaKisah-kisah hilang di...

Puisi: Gubuk Kecil

0
Gubuk Kecil Di balik gubuk kecil,tersimpan juta-an lukisan suram,cucuran derai air matasi kecil terpaku di sudut ruang Luka digarit dinding kacaDi balik tong kecil, pungut secerca...

Puisi: Jalan Pulang

0
Jalan Pulang Tika bulanlewat mengirim pesan cahayaterpisat aku menyentuh matagelita mencari jalan pulangsampai jendela hatiaku bukakan -persis sang butakehilangan tongkat Tanjung Harapan Selangor, 31 Disember 2024 *** جالن ڤولڠ تيك بولنليوت مڠيريم...

Puisi: Wajah Nusantara

0
Wajah Nusantara Pada wajahnyamelengkung indah bianglaladan membiru pesona samudera Hijau sawah terbentangdan gunung menjulang megahmemukau matamelumatkan lelah Dari tanah Sabang ke Meraukemenyubur budayadan mekar bahasabernada harmoni Tradisi rancak...

Puisi: Percaya

0
Percaya Langit membiruaku yang haru Laut bergeloradadaku inginmengembara Bintang berpendarmimpiku terasa benar Kapit, Sarawak, 21.01.25 *** ڤرچاي لاڠيت ممبيرواكو يڠ هارو لاوت برڬلورادداكو إڠينمڠمبارا بينتڠ برڤندرميمڤيكو تراس بنر كاڤيت سراوق، ٢١.٠١.٢٠٢٥ Puisi ini dialihaksarakan oleh Riausastra.com. Jika...

Puisi: Begitu Panas, Begitu Kejam

0
Begitu Panas, Begitu Kejam Bersemi api dalam sekamSemua habis menjadi abuBegitu panas, begitu kejamSeakan berakal dungu Keserakahan semakin menjadiNafsu tidak terkendaliBagai lintah tiada pernah puasBagai ulat-ulat...

TRENDING TOPIK

Puisi: Aduka

Puisi: Suara Hujan

Puisi: Kepada Engkau

Puisi: Sajak November