Puisi: Pesan Hati kepada Diri

0
Pesan Hati kepada Diri Pesan hati kepada diridunia ini hanyalah perangkapmalam terlalu gelaptanpa secalit cahayasiang fatamorganayang membuat kau terpesona Telah tersedia timbunan kayuyang apinyauntuk membakar jasadmuhingga...

Puisi: Seteguk Kopi Cinta Ramadhan

0
Seteguk Kopi Cinta Ramadhan setelah di muara-Nya mimpi adalah nyataserakan aroma, juga cahayamendung yang mengambangbernaung, mendiamkanbisikan-bisikan di kepala setelah merasa cintakami siang dalam malamadalah secawan kopi...

Puisi: Bila Kau di Tampuk Kuasa

Bila Kau di Tampuk Kuasa Bila kau di tampuk kuasaKau berdiri di puncak sanaMemandang dunia seakan kecil bagimuMemandang dunia dengan rakus nafsumu Bila kau di tampuk...

Puisi: Bulan-Mu Lebih Pijar dari Matahari

0
Bulan-Mu Lebih Pijar dari Matahari Tuhankuaku tidak pernah tahubulan-Mu lebih pijar dari mataharimembakar dosa-dosa lalu Cahayanya bukan ultraungutetapi nuriah rahmah yang luaslebih luasdari ketujuh-tujuh lautan dan...

Puisi: Cahaya Maghfirah

0
Cahaya Maghfirah cahaya maghfirahturun melimpahi bumisayunya meresap ke dalam jiwasumbu rindu bernyala-nyala yang mamaimasih lena dibisik dosatermangu-mangukala cahaya mengetuk dada pada wangian malamsang perindu bersengkang matamemilih jalan...

Puisi: Tega

1
Tega Untuk apa bicaraBila telinga yang dituju,Memilih acuh,dan selalu menolak untuk setuju. Apa guna memintaJika nyatanya harap,Hanya kau anggapSebagai kata semata. Penat hati menungguPada pagi yang tak...

Puisi: Pak Danur dan Sebakul Botol Air Minum

0
Pak Danur dan Sebakul Botol Air Minum Pak Danur menatap senja dengan amarahIa membenci hidup, senja, angin dan dirinya sendiriMembenci angin yang lewat tanpa permisiMembenci...

Puisi: Pondok Kehidupan

2
Pondok Kehidupan Biarlah gedung-gedung pencakar langit itutumbuh subur di tengah lautan banjirbiarlah pesawat modern itu melintasiudara penuh kabut asap pekat Sementara, aku bersandar di pondok kehidupandi...

Puisi: Cerita Tanah

0
Cerita Tanah Angin berdesir, tanah melaungDatang dan kembalilah!Lepaskan dunia, relakan sengsaratelah sampai pada waktunyaberlabuhlah. Berhenti menderita, nikmati pulangDatang dan kembali lah!Tukar derita dengan apa adanyaTak lagi...

Puisi: Mesin Ketik Ayah

0
Mesin Ketik Ayah Tik tik tik, tik tik tikkemratak mesin ketik ayah,Menderu berisik hingga ke sudut rumah Tinta hitam,tinggal setengahdipaksa berkiprah, menafkahi anak istri di rumahtersendat,...

TRENDING TOPIK