Puisi: Lolong Dunyi Orang Rimba

0
Lolong Dunyi Orang Rimba Dedaun gugurUwak-uwak memeluk rantingRatapi sebutik putik keringSayup di puncak dahan Sepasang rangkong kurus melayapMencari tempat bersarangSayang suaranya tak lagi riangBirahinya pun hampir...

Puisi: Agama di Rumah Agam

0
Agama di Rumah Agam tuan-tuan dipersilakan masuksepatu-sepatu mahal tuanmembawa kiblat baharukarpet marhaen tinggal memilih sahajakepada siapa ia perlu berlutut doa bergayutan di candelierberkilautetapi tidak pernah jatuhke...

Puisi: Luka yang Berulang

0
Luka yang Berulang Keelokan telah tersedia oleh alam.Kebaikan yang ada menjadi naungan bagi segala kehidupan.Lantas mengapa dibalas tuba kemurahannya.Simpanan kekayaan sedikit demi sedikit habis.Hasrat melindungi...

Puisi: Dilema Seikhlas Budi

0
Dilema Seikhlas Budi bila kau lemah kelaparanaku suapkan sepiring lazatke mulutmu tika kau kering kehausanaku seduhkan segelas nikmatke tenggorokanmu tetapi,bila kau tegak dan kuatmengapa kau tergamak meratahsisa-sisa...

Puisi: Luka di Balik Genangan

0
Luka di Balik Genangan Air menggenang di sepanjang jalan,membasahi rumah-rumah warga,menyisakan lumpur dan kesedihandi setiap sudut kota. Hujan turun begitu deras,pohon-pohon tumbang,jalan-jalan berubah menjadi aliran air,dan...

Puisi: Juni

0
Juni (in memoriam Sapardi Djoko Damono) Dia berdiri di sanamenunggu hujan redadan detik demi detikdirangkainya menjadi bunga Ini bulan hujan yang tak bertepi Tidak ada yang lebih istimewaTidak...

Puisi: Bolong-Bolong

0
Bolong-Bolong Ah, hujan datang lagiIbu menyuruhku mengambil ember untuk mewadahi air hujan yang menetes dari genteng bolong-bolong kami. Hujan yang masuk rumah kami tanpa seizin ibuku...

Puisi: Jubahmu Tak Memiliki Saku

0
Jubahmu Tak Memiliki Saku tak ada tempat tuk menyimpan dunia, namun aku terlalu banyak sakusaku pakaian, saku tas, saku rekening, dan ada saku kecil dalam...

Puisi: Panggung Ketoprak

0
Panggung Ketoprak Dari panggung ketoprak anak negeriBegawan bertoga berbaris keluar sarangMenuju ruang lapis jerujiTerjepit lembaran kertas berisi nilai nan janggalTanpa nurani dan akal sehatYang terkunci...

Puisi: Di Hujung Itu Berpaut Air

0
Di Hujung Itu Berpaut Air Di hujung itu berpaut airsebelum perlahan-lahan ditiup matahari. Ia dari pipi malamyang tersembunyi seribu rahsia sunyi. Tiada kering yang mengalir sebagai jalan...

TRENDING TOPIK

Puisi: Sajak yang Entah

Puisi: Aku si Api Lilin

Puisi: Gelombang

Puisi: Makan Siang