Puisi: Lolong Dunyi Orang Rimba
Lolong Dunyi Orang Rimba
Dedaun gugurUwak-uwak memeluk rantingRatapi sebutik putik keringSayup di puncak dahan
Sepasang rangkong kurus melayapMencari tempat bersarangSayang suaranya tak lagi riangBirahinya pun hampir...
Puisi: Agama di Rumah Agam
Agama di Rumah Agam
tuan-tuan dipersilakan masuksepatu-sepatu mahal tuanmembawa kiblat baharukarpet marhaen tinggal memilih sahajakepada siapa ia perlu berlutut
doa bergayutan di candelierberkilautetapi tidak pernah jatuhke...
Puisi: Luka yang Berulang
Luka yang Berulang
Keelokan telah tersedia oleh alam.Kebaikan yang ada menjadi naungan bagi segala kehidupan.Lantas mengapa dibalas tuba kemurahannya.Simpanan kekayaan sedikit demi sedikit habis.Hasrat melindungi...
Puisi: Dilema Seikhlas Budi
Dilema Seikhlas Budi
bila kau lemah kelaparanaku suapkan sepiring lazatke mulutmu
tika kau kering kehausanaku seduhkan segelas nikmatke tenggorokanmu
tetapi,bila kau tegak dan kuatmengapa kau tergamak meratahsisa-sisa...
Puisi: Luka di Balik Genangan
Luka di Balik Genangan
Air menggenang di sepanjang jalan,membasahi rumah-rumah warga,menyisakan lumpur dan kesedihandi setiap sudut kota.
Hujan turun begitu deras,pohon-pohon tumbang,jalan-jalan berubah menjadi aliran air,dan...
Puisi: Juni
Juni
(in memoriam Sapardi Djoko Damono)
Dia berdiri di sanamenunggu hujan redadan detik demi detikdirangkainya menjadi bunga
Ini bulan hujan yang tak bertepi
Tidak ada yang lebih istimewaTidak...
Puisi: Bolong-Bolong
Bolong-Bolong
Ah, hujan datang lagiIbu menyuruhku mengambil ember untuk mewadahi air hujan yang menetes dari genteng bolong-bolong kami.
Hujan yang masuk rumah kami tanpa seizin ibuku...
Puisi: Jubahmu Tak Memiliki Saku
Jubahmu Tak Memiliki Saku
tak ada tempat tuk menyimpan dunia, namun aku terlalu banyak sakusaku pakaian, saku tas, saku rekening, dan ada saku kecil dalam...
Puisi: Panggung Ketoprak
Panggung Ketoprak
Dari panggung ketoprak anak negeriBegawan bertoga berbaris keluar sarangMenuju ruang lapis jerujiTerjepit lembaran kertas berisi nilai nan janggalTanpa nurani dan akal sehatYang terkunci...
Puisi: Di Hujung Itu Berpaut Air
Di Hujung Itu Berpaut Air
Di hujung itu berpaut airsebelum perlahan-lahan ditiup matahari.
Ia dari pipi malamyang tersembunyi seribu rahsia sunyi.
Tiada kering yang mengalir sebagai jalan...




























