Puisi: Lentera Badai dan Rindu

0
Lentera Badai dan Rindu Ada batasan dalam bersabarKetika angkara murka melampaui batasJangan gentarKita berantas! Ada makna di balik semua ituHakikatnya hikmat menjadi kupu-kupuBak kunang-kunang menjadi lenteraDi...

Puisi: Kota yang Kini Tinggal Kenangan

0
Kota yang Kini Tinggal Kenangan Aku pernah ke sini dulukota ini seakrab denyut nadilangit, matahari, bulan dan rumputnyamenulis makna pengalaman hidup. Masa memisahkan dan tiba-tibaingatan menjemput...

Puisi: Gonggongan Anjing

0
Gonggongan Anjing Ia berjalan seperti gonggongan anjingMenarik perhatian keledai untuk memekikMembuat diriku panik tak tau arahMenyaksikan sandiwara yang berujung salah Diamlah kau berisik diberi penjelasanDi depan...

Puisi: Tangis Kilau Sutan Benai

0
Tangis Kilau Sutan Benai Angin tua merintih sendirianMembawa kisah hampir pergiTentang pusaka mulai dilupakanOleh zaman terus berlari Baju barantai bertaut besiDulu disanjung seluruh negeriKini tergantung sunyi...

Puisi: Meneroka Tuah di Jantung Telaga Air Merah

0
Meneroka Tuah di Jantung Telaga Air Merah di pelipis waktu yang purba,sunyi menjajah, menenun belukar jadi bualan soal bunian,malam-malam di Tanjung* dahulu adalah labirin tak...

Puisi: Peran Topeng-Topeng

0
Peran Topeng-Topeng sambil menjerit,rembulan meminta dipulangkan malamkepada siang. siang dikembalikanoleh matahari,kepada duniawi. dan bayang bayang manusiamenjadi mimpidi ladang maknawi. siapakah yang lebih berani?,memujuk angin berhentidan membiarkan cahayamenjadi misbahyang...

Puisi: Jerat Layar Kosong

0
Jerat Layar Kosong Di antara piksel-piksel yang menariKesepiannya sedalam palungWaktu meleleh bagai lilinTerjebak dalam labirin digital Matanya terpaku pada layarBagai burung hantu memburu mangsaJari-jarinya menari di...

Puisi: Pengakuan di Idul Adha

0
Pengakuan di Idul Adha Kidung sunyi bersenandung di langit KhatulistiwaAwan berarak perlahan menghitung bilangan waktuPada hati yang merinduPada diam paling bekuTak serupa dengan isi benak...

Puisi: Rehatlah Bintang

0
Rehatlah Bintang Rantai kian erat melilit leherkuLidahku buntung tanpa di potongTak ada yang bisa ku utarakanHanya pikiran yang senantiasa ricuh menyuarakan keinginan Yang akhirnya tumpah melalui...

Cerpen: Ada Cerita Penebuk 

0
Riausastra.com - Malam-malam di Desa Lilot berubah menjadi sangat mencekam. Matahari selalu pamit dengan rasa waspada yang tak tertahankan. Jadwal mengaji anak-anak yang tadinya...

TRENDING TOPIK