Puisi: Darah
Darah
Kita mungkin berbezabahasa ras dan agamaTapi darah kita tetap samaMerah warnanyaManusia selalu alpa dan lupaDarah boleh menyatukan semuaDi saat genting merajut nyawaTidak dinamakan darah...
Puisi: Cerita Cincin
Cerita Cincin
Di tengah sore pasar keramaian kotaDalam belalak mataOtak kecil menyempitTangan kekar berkilap mistis mencengkeram segelas kopiBatu itu menghias buku jari tengahnyaEksotis ranum merah...
Puisi: Bukittinggi, Rumah yang Menanti
Bukittinggi, Rumah yang Menanti
Bila engkau baru saja datangmaka singgahlah barang sejenaksebab di sini rumahmenyambutmu dengan ramah
Sejuk udaranya akan memelukmubercerita pada tiap ruas jalanseakan menjumpai...
Puisi: Bedande’
Bedande'
Dari atas jembatan besi yang bersusun rapiDan langit biru yang memesonaBedande' Raja Alam terkenang juaBercerita tentang kebijaksanaan dan penerimaan hidupPedande', pemilik sifat bidadarian, bersenandung...
Puisi: Anugerah Cahaya
Anugerah Cahaya
Detik itumemang sesuatu yang pantasserasa rasa yang mecengkam kuatgetaran puncak dari dalamtentang diri yang kerdildan pundak yang menanggung.
Berselang-seli bergaulyang menghilang bersama kelucuba perlahan...
Puisi: Darah Sama Merah
Darah Sama Merah
Kau Cina Aku MelayuKau India Aku MelayuKau Kadazan Aku MelayuKau Iban Aku MelayuBangsa mungkin berbezaMengikut darjat dan rupaAgama ikut percayaTapi darah kita...
Puisi: Kertas
Kertas
Entah noda ini jadi cerita,mengalir tanpa diminta,di kertas yang tak putih lagi
Orang bilang ini bagus,padahal diam-diam membusuk,baunya tinggal di kepala,tak pernah benar hilang
Tak seindah...
Puisi: Orang-Orangan Sawah
Orang-Orangan Sawah
Sendiri memukau ladangCaping lucu berbalut perca kumalTanpa baju berputih-putih di tengah terikTanpa selimut di dinginnya malam
Tak peduli rotasi musim bumiTak peduli beban duniawiTak...
Puisi: Degupan dari Matamu
Degupan dari Matamu
Tatapanmumeluruhkan detak hujanmeresapi sepi jiwa
Lebat curahan memorimenggelincirkan kakikuterperosok ke dalamlekukan rindu
Kucuba bebasdari lingkarankabus tebal,perlahan-lahanmembalut waras
Namun, ritma jantungtiba-tiba dipalu kencang anginbernada resah
Kini,kuingin menjadi...
Puisi: Lipatan
Lipatan
Aku halaman yang selalu kembali rata,meski pernah dilipat kasar oleh tangan tak merasa.Retak-retak di dadaku kupelajari seperti doa,tanpa bertanya siapa yang memecahkannya.
Tak ada maaf...




























