Puisi : Untuk Budi Yang Sempurna

0
Untuk Budi yang Sempurna Aku mendapati anak-anak mengeja hurufTerbata-bata dalam lisanTertatih-tatih menyatukan maknaLalu, mereka bosan karena tak juga mahirEh, sejam lagi sudah diulang kembali Lalu, aku...

Puisi : Kau Kembali

0
Kau Kembali Tak kusangka,Kau kembali dalam senyapMeraba pelan-pelanMerasuk perlahan-lahan Seolah-olah,Tak Kau sesali jeritan batin yang menggemaKau sihir dengan halusinasiMata kami yang tak lagi seperih hati kami Kau...

Puisi : Harapan Itu Masih Ada

0
Harapan Itu Masih Ada Adakalanya hidup tak mengerti pada isi hatiAda saatnya semua rasa begitu hambarAda waktunya mimpi tak mampu seiring dengan kenyataan Lantas, haruskah kesedihan...

Puisi : Denting Waktu

0
Denting Waktu Aku mengeja aksara di antara gelimang waktuSatu persatu kumaknaiBeranjak menjelang fajar, berlalu menjelang gulita Kucalari denting waktu yang kupunyaSatu satu kusisakan energikuTerbungkus dalam derap...

Puisi : Tersenyumlah

0
Tersenyumlah Seraut wajah Ambon manise menatap dalam kelamJiwanya bergemuruh, pikirannya ikut kalutIa saksikan hamparan raga yang pasrah Dalam benaknya, "Sampai kapan tenda pengungsian akan menemani...

Puisi : Untukmu Ibu Pertiwi

0
Untukmu Ibu Pertiwi Ada pemuda berseragam putih abu-abuBerlari kencang menerobos badai kericuhanIa usap kedua matanya, perihTak lekang, sehelai sang saka merah putih ia sandarkan dalam...

Puisi : Ibu yang Tak Sempurna

0
Ibu yang Tak Sempurna Aku ini ibu yang tak sempurnaSetiap pagi kubuka jendelaKusampaikan pada subuhMoga kelak anak-anakku seperti fajar Membuka hari dengan cahaya kebaikan untuk...

Puisi : Anak-anak Al Aqso

0
ANAK-ANAK AL-AQSA Berlari, bermain, bernyanyi, dan tertawaSeolah mereka lupa baru kemarin mereka menangisSeolah mereka juga tak ambil pusingKalau-kalau sebentar lagi mereka akan menangis, menangis, dan...

Puisi : Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda

0
Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda Lihat asap menggumpal di sela-sela nadi anak bangsaTerengap-engap mencari udara yang pantas untuk dihirupLalu, kesudahannya hanya bagai angin laluDiam.Meski jasad...

Puisi : Oleh-oleh dari Riau

0
Oleh-oleh dari Riau Perlukah aku memberimu,Sepotong kemojo yang mulai menghitam?Agar engkau tau, tentang luka di Tanah Melayu Perlukah aku membelikanmu,Seekor selais selepas disalai?Agar engkau faham, tentang...

TRENDING TOPIK

Puisi: Menemankan Teman

Puisi: Muka Tembok

Puisi: Hujan

Puisi: Sajak November