Puisi : Untuk Budi Yang Sempurna
Untuk Budi yang Sempurna
Aku mendapati anak-anak mengeja hurufTerbata-bata dalam lisanTertatih-tatih menyatukan maknaLalu, mereka bosan karena tak juga mahirEh, sejam lagi sudah diulang kembali
Lalu, aku...
Puisi : Kau Kembali
Kau Kembali
Tak kusangka,Kau kembali dalam senyapMeraba pelan-pelanMerasuk perlahan-lahan
Seolah-olah,Tak Kau sesali jeritan batin yang menggemaKau sihir dengan halusinasiMata kami yang tak lagi seperih hati kami
Kau...
Puisi : Harapan Itu Masih Ada
Harapan Itu Masih Ada
Adakalanya hidup tak mengerti pada isi hatiAda saatnya semua rasa begitu hambarAda waktunya mimpi tak mampu seiring dengan kenyataan
Lantas, haruskah kesedihan...
Puisi : Denting Waktu
Denting Waktu
Aku mengeja aksara di antara gelimang waktuSatu persatu kumaknaiBeranjak menjelang fajar, berlalu menjelang gulita
Kucalari denting waktu yang kupunyaSatu satu kusisakan energikuTerbungkus dalam derap...
Puisi : Tersenyumlah
Tersenyumlah
Seraut wajah Ambon manise menatap dalam kelamJiwanya bergemuruh, pikirannya ikut kalutIa saksikan hamparan raga yang pasrah Dalam benaknya, "Sampai kapan tenda pengungsian akan menemani...
Puisi : Untukmu Ibu Pertiwi
Untukmu Ibu Pertiwi
Ada pemuda berseragam putih abu-abuBerlari kencang menerobos badai kericuhanIa usap kedua matanya, perihTak lekang, sehelai sang saka merah putih ia sandarkan dalam...
Puisi : Ibu yang Tak Sempurna
Ibu yang Tak Sempurna
Aku ini ibu yang tak sempurnaSetiap pagi kubuka jendelaKusampaikan pada subuhMoga kelak anak-anakku seperti fajar Membuka hari dengan cahaya kebaikan untuk...
Puisi : Anak-anak Al Aqso
ANAK-ANAK AL-AQSA
Berlari, bermain, bernyanyi, dan tertawaSeolah mereka lupa baru kemarin mereka menangisSeolah mereka juga tak ambil pusingKalau-kalau sebentar lagi mereka akan menangis, menangis, dan...
Puisi : Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda
Negeri Kita Bukan Sedang Bercanda
Lihat asap menggumpal di sela-sela nadi anak bangsaTerengap-engap mencari udara yang pantas untuk dihirupLalu, kesudahannya hanya bagai angin laluDiam.Meski jasad...
Puisi : Oleh-oleh dari Riau
Oleh-oleh dari Riau
Perlukah aku memberimu,Sepotong kemojo yang mulai menghitam?Agar engkau tau, tentang luka di Tanah Melayu
Perlukah aku membelikanmu,Seekor selais selepas disalai?Agar engkau faham, tentang...




























