Foto: net

Kau Kembali

Tak kusangka,
Kau kembali dalam senyap
Meraba pelan-pelan
Merasuk perlahan-lahan

Seolah-olah,
Tak Kau sesali jeritan batin yang menggema
Kau sihir dengan halusinasi
Mata kami yang tak lagi seperih hati kami

Kau kini datang lagi
Tak inginkah senja menghapus bayang-bayang tentangmu?
Aku dan mereka belajar memaksa diri
Memaafkan ketakberdayaan dalam luka

Tak sanggup kutelan elegi
Kau kembali membuka luka lama
Padahal, Dia telah memaksamu usai
Tapi, Engkau lebih bebal ketimbang kerasnya batu
Hingga anak-anak negeri membaca seperti bisu
A-s-a-p!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here