Puisi: Kisah Burung-Burung Kecil
Kisah Burung-Burung Kecil
Dalam sangkar sunyi ituia hanya mampuberkisah tentang dirimelintasi langit mimpi-mimpi
Bersama awan-awan berarakseirama anginbebaskan sejenak batinhempaskan risau di benak
Di hamparan luas angkasamengepak sayap...
Puisi: Saku Celana Ayah
Saku Celana Ayah
tubuh kian rapuhingatan mulai tumpuljarak sukar ditempuhpeluh tak lagi mengepul
dari saku celana ayahkutemukan beribu payahia simpan napas terengahtanpa tangan tengadah
linting keluh kesah...
Puisi: Pensil Merah Jambu
Pensil Merah Jambu
Tanpa diary yang dibuka kembaliHanya kenang dengan lekat pada sebelah celah isi kepalaTentang pensil merah jambu yang kau pinjam duluPensil terindah hadiah...
Puisi: Mayang Mengurai
Mayang Mengurai
Mayang itu, pelipur laraDibelai lembut dalam lurusnya mahkota.
Dia diantara purnama, menapakkan seri.Hitam dalam gelapnya malam, menapakkan cahaya.Cahaya mata, yang tak ada dua.
Mayang itu,...
Puisi: Bahadur
Bahadur
Aku membaca jalananKapal-kapal besar berisi hati hitamMengarak jelaga ke atas kepalaPara serdadu bersiasat menyulih sari ibuDi depan anak-anaknyaPopor moncong mengusik jiwa mengancam raga
Aku membaca...
Puisi: Sepasang Sepatu Lusuh
Sepasang Sepatu Lusuh
Denting lonceng mengalun merduMenyeruak di batas alam yang kian samarTermangu beralas harapan tak kunjung sampai
Ragaku baru tiba di depan gerbangMelepas alas kaki...
Puisi: Guru Muda VS Guru Tua
Guru Muda VS Guru Tua
Kata pujangga, darah muda itu berapi-apiMenguasai teknologi terkiniFisik kuat tak payah kerja rodi
Kata pemerintah, sosok pemuda bonus demografiAgen perubahan anak...
Puisi: Guru Biasa
Guru Biasa
Aku cuma seorang guru biasaGajiku kecilRumahku mungilHartaku kapur tulis dan pensilTapi, mimpiku tidaklah kerdil
Aku cuma guru biasaIlmu yang kupunya tidak seberapaMengecoh siswa aku...
Puisi: Nelayan Kehidupan
Nelayan Kehidupan
Di samudra kehidupanIa tegar berdiriMengayuh sampan kesabaranDemi secercah senyum menanti
Celoteh lugu nan ceriaBagai nyala semangat dalam dadaMengarungi pasang surut gelombangHadapi segala yang menghadang
Jiwa...
Puisi: Surat Bulan Desember
Surat Bulan Desember
Untuk temanku Piet,
Masihkah kamu berbaju jelaga? Dan dari sana kau mendapat gelar: Piet Hitam. Bukan berarti hatimu hitam. Sekelam jam 7 pagi,...




























