Puisi: Berpulang ke Pengasingan

0
Berpulang ke Pengasingan tiada lagi kita, di sana di malam, aku sempat bergeming,berkali-kali, hingga berakhirmenegaskanmu, bagaimana kita? menjadi permulaan kita terasing—puncaknya, tiada lagi kebiasaanyang menjelma istimewa. sedang aku,...

Puisi: Hujan

0
Hujan Umpatan Dia jatuh begitu lebatMembawa serta gemuruhnyaYang membuat takutSetelah kepergiannyaDia meninggalkan banjirHingga sulit untuk melangkahTetapi dia tak benci awannyaSebanyak apapun umpatanSebanyak apapun dijatuhkanDia kan...

Puisi: Secawan Kopi Takdir

0
Secawan Kopi Takdir (I)Di rumahibu menjeling gelisahasyik bergulat melawan fakir Di dapuribu memarahi resahasyik berendam di dalam takdir Ayah menghirup secangkir kopinyala bara di dadanyaseperti lahar berapimengalir...

Puisi: Pasir Cinta

0
Pasir Cinta Sebutir pasir di padang tandusGersang tiada tanda kehidupanSemuanya hangus terbakar mentariDan terinjak-injak oleh para pengembara Semuanya diam menunggu hujanSemuanya bisu menanti setetes embunUntuk memberikan...

Puisi: Izinkan Kami Mengenangmu

0
Izinkan Kami Mengenangmu -Kepada Pak Anang dan Bu Susi Izinkan kami mengeja namamuDalam aksara yang kami ciptakan sendiriKami tulis perlahanSejajar kata-kata penuh isyarat makna Izinkan kami mengingat...

Puisi: Cerita Kita di Khatulistiwa

0
Cerita Kita di Khatulistiwa -Kepada Pak Anang dan Bu Susi Kita tak mengerti ntah kabar apa yang kita dengar pagi tadiMenyentak tanpa jedaTersimpul di bilik hati terdalamBerpisah juga kita,...

Puisi: Perjuangan Mencari Masa Depan

0
Perjuangan Mencari Masa Depan Sebuah perjuanganmenggeledah masa depansimpang siurnya bukan mudah Hadirnya berteman pengorbanansebuah perang tiada mengenal putus asasiap siagakan senjata ampuhmenembak tepat ke sasaran alasanhingga...

Puisi: Malam yang Merdu

0
Malam yang Merdu Entah pada siapa yangperlu kukabari prihal angin yang mengayunkandaun malam yang melambai-lambaiditemani cahaya kunang-kunang di ujung duburnya Sebelum kau mabuk kepayang, angin merayu...

Puisi: Syurga yang Dirindukan

0
Syurga yang Dirindukan Di celah waktu sebatas senjatersemat rindu yang abadipada syurga nan hakikitempat jiwa bersandar tenang Cahaya memeluk lembuttanpa bayang kesedihanhembusan angin sucimembisikkan zikir tanpa...

Puisi: Cita Rasa di Bumi Lancang Kuning

0
Cita Rasa di Bumi Lancang Kuning Di tanah lancang kuning yang kaya akan budaya,Tersaji nikmatnya kuliner Melayu,Sebuah rasa tersimpan dalam setiap suapnya. Otak-otak harum dibakar arang,Lempuk...

TRENDING TOPIK

Puisi: Tangisan Alam

Puisi: Pendam