Cerpen: Langit-Langit Malam

0
Jangan, janjikan cinta yang biruBila kau hanya bermanis-manis di bibirJangan, bisikkan rindu yang semuBila kau hanya menabur luka di hati Riausastra.com - Kudengarkan sepenuh hati...

Puisi: Soto Betawi di Muka Pagi

0
Soto Betawi di Muka Pagi Pada sebuah pagi di Jakarta Duduklah disisiku Disini, disisi kananku Kita nikmati soto betawi di muka pagi Hangatnya, mendamaikan jiwa yang lapar Aromanya, menembus ruang...

Puisi: Langit-Langit Jakarta

0
Langit-Langit Jakarta Selaksa embun pagiMenetes lembut dari ujung dedaunanKesejukan melambai, menukar bayang-bayangGemericik air bersenandung tentang bait-bait rindu Kota Batavia kubiarkan dijejak kakikuBeribu kapal kayu bersandar dalam...

Puisi: Langit yang Sama

0
Langit yang Sama Masih bisa memandang langit yang samaSeraya menengadahkan kedua tangan,menundukkan kepala, melunakkan hatiHarapan melangit, keangkuhan membumi Masih diberi kesempatan memandang langit yang samaMeski langkah...

Puisi: Katanya Kita Sudah Merdeka

0
Katanya Kita Sudah Merdeka Ingin kusampaikan pada ibu pertiwiLewat kanvas langit yang kulukis indah dengan berbagai tanyaLewat derai air hujan yang mengusap debu kehampaanLewat hijau...

Puisi: Titik Air

0
Titik Air Ibu.. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang memesonaLewat gulita yang kudamba ada bayang-bayangAku ingin mencintaimu dengan cara yang menawanLewat hujan yang kudamba tanpa titik-titik...

Puisi: Hujan Bulan Juli

8
Hujan Bulan Juli (Mengenang Sapardi Djoko Damono) Tidak ada yang lebih menyita rasaDari hujan bulan JuliDibiarkannya daun-daun hijau nan berseriBasah bersama kerinduan Tidak ada yang lebih membuat...

Puisi: Menyapa Rindu

0
Menyapa Rindu Merindukan kepergian dalam sendu yang menyapaMenjelma pada fajar yang eleganPulang pada petang yang gemilangAkhirnya, rindu datang dan pergi terbawa angin Kusapa rindu pada alam...

Puisi: Laut

0
Laut Ombak yang berlari ke sana ke mariIbarat mengejar pesona hidup, yang suatu saat nanti, pasti akan usai Senja mewangi di ujung petangMenyemai harap pada hari,...

Puisi: Hujan di Ujung Cemara

0
Hujan di Ujung Cemara Kadang-kadang, hujan terlihat hanya segaris gerimisSeperti penerimaan yang hanya separuh hatiKadang-kadang, hujan terlihat jatuh cukup derasSeperti kesusahan yang dirasa berlebih kadarnya Padahal,...

TRENDING TOPIK

Puisi: Parasit

Puisi: Labirin tanpa Peta

Puisi: Di Tahun Baru Ini