Riausastra.com – Komunitas Riau Sastra kembali menghadirkan ruang diskusi publik melalui program Ruang Binar dengan mengangkat tema “Aksara Arab Melayu: Akar Identitas atau Sekadar Warisan?”. Kegiatan yang disiarkan melalui kanal YouTube dan Instagram Riau Sastra TV ini menghadirkan anggota DPRD Provinsi Riau Komisi I, H. Ayat Cahyadi, S.Si., M.PWK., sebagai narasumber, pada Senin (13/4/26).

Diskusi dipandu oleh Iyai Susanti, S.Pd. dan berlangsung interaktif. Tema yang diangkat dinilai relevan di tengah arus modernisasi yang kian memengaruhi praktik literasi generasi muda.

Dalam pemaparannya, H. Ayat Cahyadi menegaskan bahwa aksara Arab Melayu bukan sekadar sistem tulisan, melainkan bagian penting dari identitas masyarakat Melayu, khususnya di Riau. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya kemampuan generasi muda dalam membaca dan menulis aksara tersebut.

Menurutnya, pada masa lalu, aksara Arab Melayu menjadi media utama dalam tradisi literasi masyarakat, bahkan digunakan dalam surat-menyurat resmi kerajaan-kerajaan Melayu serta karya sastra klasik seperti Gurindam Dua Belas. Namun, saat ini, kemampuan tersebut mulai berkurang dan memerlukan perhatian serius.

Ia juga menyampaikan bahwa aspirasi terkait penguatan literasi Arab Melayu telah disampaikan dalam forum DPRD kepada pemerintah daerah, agar menjadi bagian dari kebijakan strategis, khususnya dalam dunia pendidikan. Salah satu upaya yang tengah berjalan adalah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pemajuan kebudayaan Melayu.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas dalam menjaga keberlangsungan aksara Arab Melayu. Selain melalui regulasi, penguatan juga dapat dilakukan lewat pemanfaatan media digital yang dekat dengan generasi muda, seperti konten kreatif berbasis aksara Arab Melayu di platform media sosial.

“Pendekatan kepada generasi muda harus menyesuaikan dengan zamannya. Konten digital bisa menjadi media efektif untuk mengenalkan kembali aksara Arab Melayu secara menarik,” ungkapnya dalam diskusi tersebut.

Menutup diskusi, H. Ayat Cahyadi mengajak generasi muda untuk menjadikan aksara Arab Melayu sebagai bagian dari gaya hidup literasi, tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas digital.

Kegiatan Ruang Binar ini diharapkan menjadi ruang reflektif sekaligus langkah konkret dalam menghidupkan kembali literasi Arab Melayu di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda Riau.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini