sumber foto asli: kompas.com

Aku dan Tarian Tandakmu

Pertemuan kita adalah pertemuan terindah

Ketika malam merangkak naik membentangkan sayapnya

Netra ini menatapmu tanpa kedip

Tercekat aku dalam renjana tentangmu   

Berbalut kain sutra belangga hijau muda

Sarung songket pilihan menjadi padu padannya  

Peci senada menutupi legam hitam rambutmu

Tubuh gagah itu bergerak seirama nada dalam lantunan syair

Berbalas pantun diiringi musik rentak Melayu nan indah

Sebuah wujud rasa syukur

Ada rasa tak rela menghampiri

Saat dengan lincah kau menari bahagia berpasangan

Andaikan aku bisa menari

Kuingin menari bersamamu penuh cinta

Teruslah menari dengan pesonamu

Untuk kunikmati setiap nuansa ceria dan semangat

Hentakan kaki dalam tarianmu saling berpadu di garis melingkar

Kunikmati setiap liukan lekuk tubuh gagahmu yang mempesona

Langkahkan kaki seirama arkodeon, rebana dan giring-giring

Malam semakin meninggi

Aku tersulut pendar api rasa tak kasatmata

Ketika sorot netramu menatapku tajam

Kemudian berbagi senyum dan janji

Tergambar dalam benak kau menari hanya untukku

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here