Puisi: Mungkin Engkau adalah Bulan
Mungkin Engkau adalah Bulan
Mungkin engkau adalah bulan yang tak dimahukan awan,lalu hujan turun, menumbuhkan pepohon merah jambudari bibir matahari yang pernah kau lukakan.Kau menggubahnya...
Puisi: Hanyalah Anak Desa
Hanyalah Anak Desa
Dalam bait puisi aku berceritaMeskipun tak seindah syair raja- rajaTak sebagus penyair W. S. RendraKarena aku hanyalah anak desa
Dalam bait puisi aku...
Puisi: Taman Ilmu
Taman Ilmu
Gedung ilmu di sebuah pulauyang punya laluan panjangantara keinginan masa depandan kekinian yang menjulang jaya.
Taman ilmu di pintu pulaumenghijau di perbukitanmengungkapkan wajah damaiuntuk...
Puisi: Berjalan di Atas Jarum-Jarum
Berjalan di Atas Jarum-Jarum
Banyak orang ingin menenggelamkanCerita dan kisah lamanyaTanpa perlu berjalan di atas jarum-jarum
Realiatnya waktu akan menumpulkan sakitmyaTanpa perlu kau ceburkan sesegera cerita...
Puisi: Kalah – Menang
Kalah - Menang
Adat pertandinganada yang menangpasti ada ramai yang kalah
Itulah hakikat, perlu disemathidup satu pertandinganmenobat kalah dan menang
Siapa menang pasti dijulangsiapa kalah menjauh hilang
Namun...
Puisi Delbaram Dastan: Sejarah Cintaku
Delbaram dastan: Sejarah Cintaku
Dan genggaman tangan itumencoba memahami perasaan kitaMengikuti arah dan jalan di langit biru
Hanya dia,Yang benar-benar tahuTanpa menghilangkan makna di dalamnyaBahkan matahari,...
Puisi: Hujan Mewarna Kota
Hujan Mewarna Kota
Kota ini sepertilautan kacaketika hujan menjarah
limpahannya mencelahihirukpikuk lorong kehidupan
sekeping rezeki basahdisuap harapan ke dada penjajasebelum mimpi terbenam
hujan menjadikan kotasehelai kanvas,dibancuh warna-warna lukadari...
Puisi: Gadis Tak Kasat Mata
Gadis Tak Kasat Mata
Malam pekat bersenyawa kabutBias lampion samar berpendarMemeluk seisi kamarSuara gagak di bubung rumahMenegakkan bulu roma
Aku terpakuTersudut diam, tercekamSatu sosok tanpa undanganGadis...
Puisi: Balada Parang dan Beliung
Balada Parang dan Beliung
Parang dan beliung selalu terselip di bingkai geladak yang penuh terisi padi.Cukup makan sampai ke musim tuai berikutnya.Padi di geladak itu...
Puisi: Mengenang Jalan Babatan
Mengenang Jalan Babatan
Mengenang Jalan BabatanSeakan kumengenang nenek datukku duluMembersihkan jalan itu ketika sang penguasa Belanda akan melewatinyaMeninjau tiga negeri pusaka ;Keritang Hulu, Kepayang, dan...




























