Puisi: Mungkin Engkau adalah Bulan

0
Mungkin Engkau adalah Bulan Mungkin engkau adalah bulan yang tak dimahukan awan,lalu hujan turun, menumbuhkan pepohon merah jambudari bibir matahari yang pernah kau lukakan.Kau menggubahnya...

Puisi: Hanyalah Anak Desa

0
Hanyalah Anak Desa Dalam bait puisi aku berceritaMeskipun tak seindah syair raja- rajaTak sebagus penyair W. S. RendraKarena aku hanyalah anak desa Dalam bait puisi aku...

Puisi: Taman Ilmu

0
Taman Ilmu Gedung ilmu di sebuah pulauyang punya laluan panjangantara keinginan masa depandan kekinian yang menjulang jaya. Taman ilmu di pintu pulaumenghijau di perbukitanmengungkapkan wajah damaiuntuk...

Puisi: Berjalan di Atas Jarum-Jarum

0
Berjalan di Atas Jarum-Jarum Banyak orang ingin menenggelamkanCerita dan kisah lamanyaTanpa perlu berjalan di atas jarum-jarum Realiatnya waktu akan menumpulkan sakitmyaTanpa perlu kau ceburkan sesegera cerita...

Puisi: Kalah – Menang

0
Kalah - Menang Adat pertandinganada yang menangpasti ada ramai yang kalah Itulah hakikat, perlu disemathidup satu pertandinganmenobat kalah dan menang Siapa menang pasti dijulangsiapa kalah menjauh hilang Namun...

Puisi Delbaram Dastan: Sejarah Cintaku

0
Delbaram dastan: Sejarah Cintaku Dan genggaman tangan itumencoba memahami perasaan kitaMengikuti arah dan jalan di langit biru Hanya dia,Yang benar-benar tahuTanpa menghilangkan makna di dalamnyaBahkan matahari,...

Puisi: Hujan Mewarna Kota

Hujan Mewarna Kota Kota ini sepertilautan kacaketika hujan menjarah limpahannya mencelahihirukpikuk lorong kehidupan sekeping rezeki basahdisuap harapan ke dada penjajasebelum mimpi terbenam hujan menjadikan kotasehelai kanvas,dibancuh warna-warna lukadari...

Puisi: Gadis Tak Kasat Mata

0
Gadis Tak Kasat Mata Malam pekat bersenyawa kabutBias lampion samar berpendarMemeluk seisi kamarSuara gagak di bubung rumahMenegakkan bulu roma Aku terpakuTersudut diam, tercekamSatu sosok tanpa undanganGadis...

Puisi: Balada Parang dan Beliung

0
Balada Parang dan Beliung Parang dan beliung selalu terselip di bingkai geladak yang penuh terisi padi.Cukup makan sampai ke musim tuai berikutnya.Padi di geladak itu...

Puisi: Mengenang Jalan Babatan

0
Mengenang Jalan Babatan Mengenang Jalan BabatanSeakan kumengenang nenek datukku duluMembersihkan jalan itu ketika sang penguasa Belanda akan melewatinyaMeninjau tiga negeri pusaka ;Keritang Hulu, Kepayang, dan...

TRENDING TOPIK