Puisi: Pusara Kata

0
Pusara Kata Bersemayamlah segala rasamakna telah mengabadikanpada nisan puisi inikelak para penziarahmuakan membaca kata-kata itumeskipun telah terkubur—takkan lebur dari jemari bermuladari jemari pula berakhir Taburkanlah kelopak bungasebagaimana...

Puisi: Sebatang Mancis

0
Sebatang Mancis gelita menghidupkan sebatang mancismengejutkan seluruh kamar khilafseringkali jasad cahayanyapulang ke pangkuan bayangtanpa sempat menyentuh sumbu hakikat hujung mancis terlalu lemahterpedaya bisik angin hitamdi celah...

Puisi: Apabila

0
Apabila Apalah yang ada pada apikalau bukan cahaya tetapiabu yang menjadi debu. Sewaktu bertemunya anginberputar dalam akallalu kusut sebuah kesilapandalam simpulan kehidupan. Mulanya hanya persoalanpertanyaan demi pertanyaandi...

Puisi: Desember

0
Desember (1) Waktumengalir tak terhenti, tak letih.Jejak-jejak kita seperti butir-butir pasirtersesat di gurun bukit-bukit tandusDalam lorong-lorongnya kita meraba-raba dalam gelapberputar-putar dalam lingkaran-lingkaran tak terputusmemandang ke...

Puisi: Senja di Ujung Danau

0
Senja di Ujung Danau Senja menua di pelupuk mata,membawa kabut dari kisah lama.Riak air berbisik pelan,tentang rindu yang tak pernah pulang. Aku duduk di tepi waktu,menyulam...

Cerpen: Zamrud

0
Riausastra.com - Tatapanku lekat pada gagang besi yang bergerak turun perlahan. Agaknya siapa pun di balik pintu berusaha membukanya tanpa diketahui. Sadar usahanya gagal,...

Puisi: Sensasi

0
Sensasi Ramai dalam kerumunanMematut layar terkembang lebarDi tanah lapang sebuah negeriTerpaku cerita alur terpampang mataKisah usang diulangDari secarik kertas perjuanganJaja sapi dan hijau sesawahanPeluh leluhur...

Puisi: Bermain Hujan di Tepi Aspal

0
Bermain Hujan di Tepi Aspal berlari kesetanan mengejar kebenaranhingga kaki kesakitanmenjadi kekar. Dan aku kembali seperti semulaBermain hujan di tengah aspalDengan rintik-rintik air membawa sajak. Lagi dan...

Puisi: Surat Rindu pada Adinda

0
Surat Rindu pada Adinda Kupersembahkan surat iniDengan sepenuh hati yang kentaraTelah lama kutuliskan namamu dalam bingkai sketsa malamDan keambiguan yang melahap waktu sedang. Surat rindu padamu...

Puisi: Menakar Riau (Tanah Leluhur)

0
Menakar Riau (Tanah Leluhur) Cintaku menakar Riau,Dengan dayung dari BagansiapiapiYang pernah membasuh peluh nelayanDalam nyanyian pokok sagu Kami diam-diam menyimpan simpul rinduDalam puisi paling takzim, pada...

TRENDING TOPIK