Puisi: Anggur Merah
Anggur Merah
Dikau masih tersandarpada tembok-tembok keterlekaanrebah di antara runtuhanpuing-puing keimanankau meludahi akhlakdan menginjak-injak budisedangkan yang kau injak dan ludahi ituadalah amal bekalmu untuk kembali
Dikau...
Puisi: Hujan di Jakarta
Hujan di Jakarta
Langit Jakarta tertorehaspal kota dingindibasahi luka
Deraian hujan menimpaatap kenderaanaroma merongga di lorongmenusuk nostalgia
Di balik jendela dinginwajah-wajah lelahtenggelam dalam gelutsukma
Derapan langkahdibebani putus asaritma...
Puisi: Mawar Serikandi
Mawar Serikandi
Bukan sekadar bunga perhiasan tamantetapi simbul putik kecintaanyang punya keteguhan imanjadilah penerang di kala kegelapandurimu adalah pelindung kehidupan
Walau badai datang bertimpaberbekal ilmu dan...
Puisi: Tangan-Tangan Jahanam
Tangan-Tangan Jahanam
Literatur manusia banyak ragamMeski rambut sama hitamTingkah laku kadang kejamBagai siang berwajah malam
Jantung hati bungkamBibir manis berhati masamSuka makan barang haramLaksana tikus bergigi...
Puisi: Teduh Wajah
Teduh Wajah
Dari wajah suburTanah Sabang hingga MeraukePulau megah di alir ranah lembah,Berkaca di laut biruGerak merajut sulam tari dan tuturwaris tak pernah luntur
Canting melukis...
Puisi: Cintanya di Tujuh Langkah
Cintanya di Tujuh Langkah
cintanya telah apihangat tetapi melahap semua
cintanya telah asapputih tetapi perih di hati
cintanya telah hujandingin dan menenggelamkan
cintanya telah beranginsejuk dan memorak-porandakan
cintanya telah...
Puisi: Getar Setia Seorang Suami
Getar Setia Seorang Suami
Setelah diniharimengengsot pergibergegas ibu seduhkan ayahsecangkir kopi
sentuhan mesra sudu dan cangkirmenerbitkan irama romantisnyaman mawaddah mengalirmendinginkan bara di dada ayahmenjalar sakinah ke...
Puisi: Itulah Lelaki
Itulah Lelaki
Hati lelaki itu ibarat lautanSesekali tenang tanpa riakSukar didugaDiamnya bukan bererti menyendiriAdakala diamnya seribu persoalanLelaki itu sedih bukan pada air mataTapi itulah lelakiDiamnya...
Puisi: Sekeping tabah
Sekeping tabah
i/kugantung resah di birai senjamengajak gelisah membenam diridi ruang sepi, di dada hati
setelah hadir di sisi sekeping tabahmemanjat syukuri-kumasih berdiridi kaki malam menjelang...
Puisi: Adik
Adik
Jika kau manjaAbang pun pernahJika kau cintaAbang pun pernah
Jika kau bahagiaAbang pun pernahJika kau sombongAbang pun pernah
Jika kau sedihAbang pun pernahJika kau menangisAbang pun...




























