Puisi: Batuk Marapi
Batuk Marapi
gunung marapi di ranah minangmembawa angin rindu ke telaga dewibiar gigil segala mestiadakah pelangi suatu hari nanti?gunung marapi salam lestariberhentilah batuk berdarahbiarkan luka-luka...
Puisi: Kurengkuh Wajah Ramadan
Kurengkuh Wajah Ramadan
Pada gulita yang gulana jatuh di tubuh semestaMerintih dalam kekuatan pinta, terbiar di antara kepingan kasih yang ternodaJika ini takdir kuketuk pintu...
Puisi: Luka yang Tak Tampak
Luka yang Tak Tampak
Duhai saudaraku….apa yang membuat engkau buta?menjadi sehingga gila harta dan duniabukankah engkau tahu bahwa ini hanya sementara
Duhai saudaraku….bukankah kita sama "hanya...
Puisi: Mata adalah Malapetaka
Mata adalah Malapetaka
Berakhir sudahGoresan menjelma sakit pada air mataKelenjar masa menghardik detik-detikMasih tetap samaMata adalah malapetakaDan telinga adalah kelemahan wanitaGelombang rasa menghantamMenembus dinding iman...
Puisi: Bukittinggi dalam Simfoni
Bukittinggi dalam Simfoni
Jam Gadang,Puncakmu dipeluk lembut kabut pagiKau adalah penjaga janjiDetikmu bukan hanya tempoKaulah denyut nadi jiwa kamiTidak hanya sekadar menaraNamun penjaga rahasia Ranah...
Puisi Jiwa-Jiwa Kerontang
Jiwa-Jiwa Kerontang
Langit masgul, bumi terpukul, hutan gundulOtak tumpul, orang bahlul, sukanya ngibulMerasa sok betul, tak mau pikul, kesalahan sedengkulGigi gingsul, suka tahayul, sungguh semprulBerteori...
Puisi: Renjana di Sudut Pasar Gedhe
Renjana di Sudut Pasar Gedhe
Di bawah gerbang bata yang tuaKita datang membawa debar lamaSolo masih terasa begitu syahduMenyambut langkah yang kian paduAroma rempah menyapa...
Puisi Gambaran Bola Sepak
Gambaran Bola Sepak
….Di lapangan gegap gempitaGemuruh stadion bergetarTendangan 12 pasPeluit membahana menggunting lapanganSorak riuh kemenanganLelah tunduk kekalahanBaur gemerlap meluapTitik manis permainanCermin pijar emosi sesaat….Jauh...
Puisi: Pohon
Pohon
Pohon serendang ituapa kita tahu bisa dilalui akarnya?
Berapa lukayang tergores kala menerobos batu?
Seperti apa menepis lumpurdan racun?
Segah itutidak setara pahitnyayang tidak terpandang.
Sememahami kitatidak terselamderita...
Puisi: Telanjang
Telanjang
Kita dilahirkantanpa seurat benangmalu terasalalu menangis semahu-mahunya
Tuhanyang maha menutup keaibanmenumbuhkan daundan kulit haiwanmenyuburkan maludan imanuntuk dijadikan pakaian
Mengapa?setelah mendewasakita memilihbertelanjang kembalimalah beranimenelanjangi orang laintidak lagi...




























