Puisi: Makan Malam Hari Ini
Makan Malam Hari Ini
Sepiring nasi beraroma tubuhmu telah kuhidangkanDitemani semangkok sepi yang terlanjur dinginTak lupa kugoreng ayam dengan marinasi kerinduanKusajikan yang terbaikSepotong dada yang...
Puisi: Yang Mulai Terlupa
Yang Mulai Terlupa
Dulu, di bawah dahan pohon dan teduhnya sungaiPantun bersahut dalam doa dan pintaAdab dijunjung lebih tinggi dari gunungKini layar persegi menjadi ganti
Warisan...
Puisi: Bukan Kerana Nama
Bukan Kerana Nama
Aku menulis bukan kerana namaMenulis bukan untuk mencari popularitiataupun sensasiJauh sekali mengejar anugerah dan pujianMenulis lebih kepada ekspresi diriberkongsi pemikiran menyampaikan perasaan...
Puisi: Abu-Abu
Abu-Abu
Apa definisi dari abu-abu itu?Ialah warna yang tidak pasti keberadaannyaIa berada di tengah hitam dan putihIa tak memihak hitam tak juga memihak putih
Apakah ia...
Puisi: Sebelum Semesta Memberi Isyarat
Sebelum Semesta Memberi Isyarat
Kala itu,ku berjalan di lorong waktu tanpa nama,tanpa harapan yang menuntun,hanya langkah yang entah menuju kemana.Lalu semesta dengan isengnya yang sucimenyusun...
Puisi: Orkestra Malam Sepi
Orkestra Malam Sepi
Alam seharusnya riuhDari sebuah konsert orkestraLalu tersentak saat sosokItu hadir ~ dunia tari menjadi sepiAkustik tiada lagi kedengaranNyanyian mulai menghindar telingaAlam mohram...
Puisi: Desis
Desis
Kapur tulisMistar kayu penggarisDeret-deret kelas berbarisRumah kuncup bunga humanisPerlahan tergerus habisDari teladan hari-hari buruk terlukisNarsis,
Waktu terbang menuju eksisPustaka histeris tak digubrisLabirin lurus pada mesin...
Puisi: Enggan
Enggan
Raga Mengoyak jiwa lebih dari cakarGoresan yang tak biasa kurasakan, kini kulakukanGoresan itu penuh tinta amarah, kecewa, dan benci“Satu kecewa, tiga cakaran”
Tanpa menoleh pada...
Puisi: Hak Setiap Mulut
Hak Setiap Mulut
Katanya rokok hak setiap mulutBisa kau sulut, bisa kau buangAsal kau rela paru-parumu ikut sidang
Asap mengepul bagai pidato panjangJanji harum, sebentar hilangManis...
Puisi: Tali di Bawah Telapak
Tali di Bawah Telapak
Di atas tali hayatantara cinta dan lukatergantung aku – pada gunting ditanganmu.
Di bawah sana, tangis tanahtelah lama menunggu, untukku sediakanlena terakhir...




























