Puisi: Air Mata yang Sama Jatuh Kembali

0
Air Mata yang Sama Jatuh Kembali Peristiwa itu kembali menyelimuti negeriku Riau,Dirundung duka dan luka lara menangisi tuahnya,Entah siapa yang salah dalam semua perkara ini,Kejadian...

Puisi: Menjamah Kek Lapis dari Adie

0
Menjamah Kek Lapis dari Adie Kita adalah kek lapisdari setebal kenanganditindih sedikit lukaditambah manis gembiradan selapis doa Corak-corak diukirseperti cerita kehidupanyang tak pernah lurusmenuju penghabisan Lembut kek...

Puisi: Larik-Larik Duka

0
Larik-Larik Duka maka tersebutlah akan nasib ituberjalanlah ia pada lorong sunyitiada nyata bayang tiada bersisa tapakdan tatkala kusebut namanyadengan suara halus lagi gentarsekali pun tiada...

Puisi: Melaka Mengambilmu Kembali

0
Melaka Mengambilmu Kembali Melaka memanggilmudengan suara yang lebih tua dari usia kita.Tak ada yang bisa kulakukanketika kau mendengar ituseperti anak yang mendengar ibunyadalam mimpi setengah...

Puisi: Kotak Bernama Bilik

0
Kotak Bernama Bilik Dalam kotak bernama bilikapa kau tahu isinya selerak? Kaca jam pecah separuhresit-resit menetas minggukasur seperti sampul sedang terbakar. Mimpi di bawah timbunan fail tak...

Puisi: Selepas Hujan

0
Selepas Hujan Pepohon segar hijauburung basah berkicauredalah kacau-bilau Guruh kilat berperangmelebatkan bimbangsurut ke longkang Mana tahu nantipucat manapun mentaritetap kalungkan pelangi. Bangi, 17 November 2025 *** سلڤس هوجن ڤڤوهون سڬر هيجاوبوروڠ باسه بركيچاورداله...

Puisi: Di Ruang Sunyi; Ibu

0
Di Ruang Sunyi: Ibu Ibu menangisTangisannya lebih kencang daripada derai air hujanIbu lelah dan tak ragu mengalahMengalahnya ibu mengalahkan cerita langit yang tak disinggahi matahari...

Puisi: Dari Sebuah Pulau di Timur

0
Dari Sebuah Pulau di Timur Nampak nyanyian laut dalamSiul camar mengepak salamBiru tak surutDeret bukit hijau bertepuk senyumMenatap jingga matahari tenggelamSaat tawa nelayan menebar jala...

Puisi: Menyusun Kerangka

0
Menyusun Kerangka kayu tertata rapiDi lubang bumi sedikit sunyiAtasnya terletak sebircik apiMelalui sampah tak berarti. Api mulai memakan tubuh kayuHingga harapan berkelahi tanpa piluPadaku bermula dengan...

Puisi: Bila Kau Ingat

0
Bila Kau Ingat Bila kau ingat kopi sikawaTentu kau ingat arti rasaBila kau ingat sebuah desaTentu kau ingat asal-usul nama kotaBila kau ingat tepian mandiTentu...

TRENDING TOPIK