Puisi: Bertemu Terluka

0
Bertemu Terluka Lama kutunggu waktuTentang temu yang selalu kutungguIngin rasa aku dekap eratNamun jarak dan realita seakan menolakPertemuan denganmu memiliki artiSekali pun membawa lukaSetiap langkahku...

Puisi: Sesajen Hajat

0
Sesajen Hajat sesajen hajat di hatisederet api colok dinyalakanmeratib mantera wasilahsedulang iman dipersembah dibakar duit-duit ke ‘syurga’api menjulangmembahang hajat ke neraka khadam-khadam berjogetriang mengusung janjisyurga neraka diinjak-injakdi...

Puisi: Sinyal

0
Sinyal Samudra meluasSusup riak gelombangBerbuih-buih memanjangMenapak daratPerlahan kasat Dataran menyusutTanah retak hilang ilalangHutan lindung tak terlindungMembubuk lapukCemar berduri apiCemas menjadi-jadi Manusia-manusia bertopengCulas bermain retorikDi batas kepatutanBijak tak...

Puisi: Perempuan yang Menunggu

0
Perempuan yang Menunggu 1/ O, hidup! Hari-hari hanyalah hembusan nafas. Apa gerangan perempuan itu?Diterimanya matahari setiap pagidipeluknya rindu di malam hari. Bunga-bunga tumbuh di pinggiran telagapohon-pohon menjulang di...

Puisi: Apa Ada Hari Esok?

0
Apa Ada Hari Esok? Jutaan kilauan mimpi telah bergelantungan di langitNamun, akan tetap di langitKarena esok belum tentu nyawa masih menetap di dalam raga Gundah perihal...

Puisi: Senyum yang Terbelenggu

0
Senyum yang Terbelenggu Senyum kian merekahDi antara tempat-tempat yang sudah dihujani darahHati kian lapangDi antara raungan kehilangan yang terus berkumandang Kau terheran-heran, Tuan? Gelak tawa menjadi-jadi di...

Cerpen: Pohon Pisang di Jalan Berlubang

0
“Ada kecelakaan lagi!”“Ada korban mati lagi!” Riausastra.com - Teriakan-teriakan itu mengundang warga dan pengguna jalan yang sedang melintas pada berkerumun di jalan aspal rusak yang banyak...

Puisi: Cerita Esok untuk Ibu

0
Cerita Esok untuk Ibu Puing ini bercerita tentang apa yang kami lihat,Kami rasakan indah terangkum,Di sini ada damai dulunya,Ada tawa tak tergambarkan pada masa kini,Di...

Puisi: Rentangan Pelangi-Mu, Buat Ghazzah

0
Rentangan Pelangi-Mu: buat Ghazzah di negeri zaituntiada lagi muka jammasa seakan rontok dirampasoleh keladak abu dan detum liardi udara, tidak sempat melambaisebarang kata ingatan aspal dan...

Puisi: Tutorial Memikat Aku

0
Tutorial Memikat Aku Mula-mula, manis senyumankau lukislah di lembah ayumuhembus lengkung bulanke galaksi sepikubiar cerahnya pecahmenjadi bintang-bintangkau ikat merekamenjadi pagar keliling hatiku serulah segumpal awanlahirkan baris...

TRENDING TOPIK

Puisi: Tuan daripada Tuan

Puisi: Perjuangan Sirna

Puisi : Tarian Asap