Prosa Liris: Sepucuk Surat Online (Bagian 2)
Riausastra.com - Kawan, sekali lagi maafkanlah aku. Kali ini harus kutulis kembali suara batinku. Secebis suara yang meretasi jembatan besi dinding-dinding Fb-ku ini. Bukan...
Prosa Liris: Sepucuk Surat Online (Bagian 1)
Riausastra.com - Kawan, ada yang hendak kusampaikan kepadamu. Tapi maafkan daku, sebab menjadikan dinding Fb-ku ini sebagai titiannya untuk sampai ke lubuk hatimu. Semoga...
Puisi: Upacara Mentalkinkan Dosa
Upacara Mentalkinkan Dosa
( i )keinginan meloncat bagai seketul apidari sembilan nafsu berteriak menjulur lidahbersembunyi di celah tengorokmelata dalam tulang berserak
( ii )seekor primat berjangkitnomad...
Puisi: Rahasia Senyuman Sungai Kuantan
Rahasia Senyuman Sungai Kuantan
Sesorean di Tepian NarosaBersama tangga batu yang menuaAngin ribut yang memberi kabar tentang Penari Kuantan menduniaAku bertanya pada air Kuantan nan...
Puisi: Sampan Memoir
Sampan Memoir
Helai-helai waktu semalamdilipat menjadi sampan memoirmelayari muara silam yang redupmemayung rimbun kisah terindahasyik bercanda dalam deru nafasmenyatu bersama denyut nadibergetar zarah cinta ulung.
Layar...
Puisi: Jendela
Jendela
Jendela adalah pilihansetelah pintu ditidurkan
Ulang alik anginmengusung tanyatentang sebuah pelayarantentang gelora samuderatentang kental nakhoda
Jendela seperti lautluas tetapi terbatasdi langit bebas
23 Nov 2024, Puchong
***
جندلا
جندلا اداله ڤيليهنستله ڤينتو...
Puisi: Prosa Perang 2 (Nuklir)
Prosa Perang 2 (Nuklir)
Tetiba langit kelip benderangSerupa bintang-bintang melayang bagai suar terbangMenghias cantik gulita malamMemendar silau cahayaMeledak swara tanpa tangga nadaMata hati terbutaDi tanah...
Puisi: Suatu Senja di Pantai
Suatu Senja di Pantai
Mungkin bukan masanya lagimengocak ombak, bina istana pasirmenduga dengung air di telingarela mentari membakar kulit
Cukuplah sekadar menikmatiredup cahaya mentari memudarlaut mengirim...
Puisi: Tersuruk di Lubang-Lubang Bara
Tersuruk di Lubang-Lubang Bara
langit tanpa jendelamatahari di ketinggian lontarkan api
ranting-ranting jadi pucuk abudaun-daun bolong
kita serupa kawanan monyet diuber-uber pemburu lapar
berlarian lantas tersuruk di lubang-lubang bara!
***
ترسوروق...
Puisi: Pendam
Pendam
Diamnya bukan bererti lupatapi gelora jiwayang disimpan di dada
Bukan tiada luahan aksarahanya lidahnya terikatdek tanggung jawab
Wajahnya tampak tenangpagi diusung resahtapi malam-malamnyadibalut luka tanpa suara
Dia...



























