gambar hanya ilustrasi. sumber: ai

Pertemuan Ujung Juli

Kabut berpendar pelan
Sementara hati telah berkecamuk kesal
Arak-arakan angan meraih-mu lindap tanpa sempat terluah
Tiada sesiapa yang tahu, bahkan daun dengarku
Larik itu, tak layak terucap

Kukira tawa itu selamanya
Kukira niatmu cerah seterang bulan malam itu
Kau manis, lalu menghilang
Lagi

Kais-an tanganku mencari sampulnya
Terbalas sampul lain yang telah terkunci
Mati..
Larik itu, aku dan kau mati
Dalam kemungkinan yang tak pernah diberi kesempatan
untuk hidup
Ya kita telah mati

Sungai Tohor, 1 Agustus 2026

***

ڤرتموان اوجوڠ جولي

كابوت برڤندر ڤلن
سمنتارا هاتي تله بركچاموق كسل
ارق-اراكن اڠن مرايه-مو ليندڤ تنڤ سمڤت ترلواه
تيادا سسياڤ يڠ تاهو، بهكن داون دڠركو
لاريك إتو، تق لايق تروچڤ

كوكيرا تاوا إتو سلماڽ
كوكيرا نياتمو چره سترڠ بولن مالم إتو
كاو مانيس، لالو مڠهيلڠ
لاڬي

كايس-ئن تاڠنكو منچاري سمڤولڽ
تربالس سمڤول لاين يڠ تله تركونچي
ماتي
لاريك إتو، اكو دان كاو ماتي
دالم كموڠكينن يڠ تق ڤرنه ديبري كسمڤاتن
اونتوق هيدوڤ
ي كيت تله ماتي

سوڠاي توهور، ١ اڬوستوس ٢٠٢٦

Puisi ini dialihaksarakan oleh Riausastra.com. Jika terdapat kesalahan pada penulisan aksara Arab Melayu, mohon tunjuk ajarnya ke WA 0895622119785
RSSN2608-2019-1426-0812
Artikel sebelumnyaPuisi: Terbazir
Artikel berikutnyaPuisi: Socrates
Muhammad Nur Aiman
Lahir di Desa Sungai Tohor, yaitu sebuah desa yang berada di sepanjang aliran selat air hitam, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada 8 Februari 2004. Sejak kecil hingga SMP, penulis menghabiskan waktunya di Sungai Tohor, barulah kemudian berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan untuk bersekolah di SMAN 1 Pemali, Bangka Belitung melalui salah satu program dari CSR PT Timah Tbk. Saat ini penulis sedang melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Riau sejak tahun 2022. Beberapa karya tulis yang pernah dihasilkan dan dipublikasikan antaranya adalah dalam bentuk artikel opini seperti “Menyelisik komitmen pelajar pasca HUT Kemerdekaan RI”, “Kliktivisme: Model Baru Berdemokrasi di Indonesia” serta “Belajar dan Bersiap Menghadapi Demokrasi”. Ketiga artikel tersebut dimuat dalam kolom opini koran Rakyat Pos dalam rentang tahun 2020-2022. Selain itu, ada artikel opini ilmiah berjudul “Remaja yang beredukasi teknologi dan konselor berorientasi aksi kunci sukses Genre 4.0 Kep. Bangka Belitung” yang memenangkan sayembara artikel Genre Kep. Bangka Belitung dan juga artikel yang berjudul “Rencana Aksi Penyelamatan Mentilin (Tarsius Bancanas) Fauna Identitas Bumi Laskar Pelangi” yang membawa penulis memenangkan Lomba Opini Ilmiah Nasional dari Biozone UBB. Kedepannya penulis berharap bisa mempelajari teknik penulisan karya sastra yang baik, dan mampu menghasilkan karya yang baik pula. Tak akan melayu hilang di bumi!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini