sumber foto asli: pixabay

Asmaraloka Bumbu Dapur, Mak

sejauh apa pun susur sungai yang kulalui,
kulabuhkan juga derap langkah di tanah Melayu Siak ini
sejauh apa pun melanglang,
akan bermuara jua derap langkah ke Kampung Tualang

di sepanjang ranah Melayu yang terbentang hijau hutan,
kicau burung-burung mengepak terbang
ikan juaro dan udang galah di sepanjang belantaran sungai jantan
tak ada yang lebih agam di kenang selain ingatan ke kampung halaman
akan peluh Abah menyiang ladang
dan bumbu dapur Mak yang mampu menjadi asmaraloka berumur panjang

apalagi bila kuingat ikan salai Pinang Sebatang
yang berkuah lemak santan, oi mak jang, bikin kepayang

ditambah pula kulit kerupuk dan ikan teri yang menjadi lauk,
mampu menjuluk anggara di lekuk lambung deruk
mengijabkan puspawarna di atas gemuruh periuk.

oh, Mak, aroma masakan buatanmu membuat candu
untuk tandang ke halaman rumahmu
mengiang kenangan masa kita dulu; menciptakan riuh pada cobek dan munthu
menakar cabai, bawang dan garam menjadi kaldu
gurih menyatu di pangkal panci dan wajanmu

Mak, bolehkah aku menabung rindu?

(Tualang Timur)

Artikel sebelumnyaPuisi: Dia Pergi
Artikel berikutnyaKomunitas Riau Sastra Kunjungi Kediaman Budayawan dan Sastrawan Riau Tenas Effendy
Lahir di Aek Pamingke. Bermastautin di Siak Sri Indrapura. Penggiat Literasi, Seni, dan Sastra. Saat ini aktif sebagai Dewan Kehormatan UKM Batra UR. Menggeluti seni teater, musik, lukis, dan ukir. Puluhan naskah teater telah dipentaskan, diantaranya; Prahara Cik Apung (Jakarta: 2013), Bulang Cahaya (Batam: 2013), Malam Botak (Palu: 2014), Raja Minyak (Banjarmasin: 2015), dan puluhan peran lainnya. Beberapa karya telah dibukukan; Kepompong (Trilogi Novel: Nulisbuku Publishing, 2015), Fragmen Hitam (Trilogi Novel: Nulisbuku Publishing, 2015), Rumah Kita (Antologi Puisi dan Cerpen- Pustaka A2, 2016), Hom Pim Pa (Naskah Teater, bentuk Dummy 2017; pernah dipentaskan di Laman Anjungan Seni Idrus Tintin), Kitalah yang Hidup di Sungai Itu (Juara 2 Cipta Puisi Festival Sastra Sungai Jantan, 2019), Sebuah Kisah Tentang Waktu (Juara 1 Cipta Puisi Nasional-Jendela Sastra Indonesia, 2020), Potret Kehidupan (Juara 1 Cipta Puisi Nasional-Tzone Publisher, 2020), Suara yang Lindap dan Malam Senyap (Antologi Puisi Bersama Penyair ASEAN- Salmah Publishing, 2020), Ode Kerinduan (Juara 1 Cipta Puisi Nasional-Inong Agam Publishing, 2020), Mimpi dan Puisi (Juara 3 Cipta Puisi Nasional-Mentari Media, 2020), Langkah Bahtera Langka (Antologi Puisi Bersama Alumni UKM Batra UR-Malay Culture Studies, 2020), Puisi Para Pendaki Bisik Langit Pasak Bumi (Antologi Puisi Pendaki- Pendaki Indonesia-Rumah Sunting, 2021), dan beberapa sekumpulan buku lainnya juga beberapa karya yang terbit di media massa. 0813 1044 0782

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Nurholifah Ifah Batal membalas

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini