Puisi: Cita Rasa di Bumi Lancang Kuning
Cita Rasa di Bumi Lancang Kuning
Di tanah lancang kuning yang kaya akan budaya,Tersaji nikmatnya kuliner Melayu,Sebuah rasa tersimpan dalam setiap suapnya.
Otak-otak harum dibakar arang,Lempuk...
Puisi: Segala Pinta
Segala Pinta
Keadaan iniTelah menyapu setiap debu yang utuhDi tumpukkan amarahSembilu diantara merekaDalam Petapa tiada kunjung tuntas
Seperti panahMenembus waktu untuk mengungkit masaMelihat retina di mata...
Puisi: Kembalilah Berulang Kali
Kembalilah Berulang Kali
kembalilah sekali lagiseperti angin yang pulang ke rimbaseperti ombak mencari pantainyaseperti senja yang merindui ufuknya
kembalilah sekali lagibawa serta sisa gemintangagar malamku tiada...
Puisi: Kisah di Negeri Wayang
Kisah di Negeri Wayang
Dalam benderang keramaianTak peduli pun ada bias cahayaMencuri mimpi tengah hariMalu tak lagi punya maknaJiwanya kuat meletup
Mengilah nasehatTerkunci di ladang berjerujiDi...
Puisi: Penghuni Jalan Buntu
Penghuni Jalan Buntu
Mereka tak mendengar tanyaku tangis, tubuh pucat kaku, mata terpejamLekuk tubuh terselip kapas, kembali tanya apa?
Tempurung bulat tertutupKanan kiri ada berebut yasin,merangkai...
Puisi: Gema Muara Semalam
Gema Muara Semalam
Sungai mengalir–mundurmenyusuri jejak ingatan yang sirnabercermin pada bayang-bayang kabutyang perlahan tenggelam dalam hening.
Arusnya yang dulu keras mengalirkini berlingkar di labirin kenanganmenelusuri lekuk-lekuk...
Puisi: Jendela Februari Diketuk Hujan
Jendela Februari Diketuk Hujan
jendela februari diketuk hujanseperti jemari waktu yang gelisahmengetuk kaca ingatan.
aku duduk di tepi cahayamenyaksikan air mengukir lukadi dada jalankemudian menghilang di...
Puisi: Di Kamar Sepi, Obor Itu telah Mati
Di Kamar Sepi, Obor Itu Telah Mati
Sinar obor telah malapdipadamkansumbunya telah lenyapdisulapkantinggal jijik bau kenanganyang ingin dilupakankerana kotor dan berpasirhanyir dan berlendirtidak layak impianuntuk...
Puisi: Sebuah Negeri Bernama Sepi
Sebuah Negeri Bernama Sepi
Terlantar di sebuah negeri asinglangitnya hitamudara terasa sesakbau hanyir kesepianmeruap di muka langit
Saat ingin laridari sebuah negeri bernama sepimenjalar akar kesunyianmembelit...
Puisi: Biru hanya Pemisah Waktu
Biru hanya Pemisah Waktu
kita bagai laut dan pantaiakar akarnya ada di akaldengan restu bumialam mendewasakansebuah perjuangan.
bila angin bertanya kepada awan,"tentang cinta kita bagai matahari"kekuatannya...




























