Puisi: Cita Rasa di Bumi Lancang Kuning

0
Cita Rasa di Bumi Lancang Kuning Di tanah lancang kuning yang kaya akan budaya,Tersaji nikmatnya kuliner Melayu,Sebuah rasa tersimpan dalam setiap suapnya. Otak-otak harum dibakar arang,Lempuk...

Puisi: Segala Pinta

0
Segala Pinta Keadaan iniTelah menyapu setiap debu yang utuhDi tumpukkan amarahSembilu diantara merekaDalam Petapa tiada kunjung tuntas Seperti panahMenembus waktu untuk mengungkit masaMelihat retina di mata...

Puisi: Kembalilah Berulang Kali

0
Kembalilah Berulang Kali kembalilah sekali lagiseperti angin yang pulang ke rimbaseperti ombak mencari pantainyaseperti senja yang merindui ufuknya kembalilah sekali lagibawa serta sisa gemintangagar malamku tiada...

Puisi: Kisah di Negeri Wayang

0
Kisah di Negeri Wayang Dalam benderang keramaianTak peduli pun ada bias cahayaMencuri mimpi tengah hariMalu tak lagi punya maknaJiwanya kuat meletup Mengilah nasehatTerkunci di ladang berjerujiDi...

Puisi: Penghuni Jalan Buntu

0
Penghuni Jalan Buntu Mereka tak mendengar tanyaku tangis, tubuh pucat kaku, mata terpejamLekuk tubuh terselip kapas, kembali tanya apa? Tempurung bulat tertutupKanan kiri ada berebut yasin,merangkai...

Puisi: Gema Muara Semalam

0
Gema Muara Semalam Sungai mengalir–mundurmenyusuri jejak ingatan yang sirnabercermin pada bayang-bayang kabutyang perlahan tenggelam dalam hening. Arusnya yang dulu keras mengalirkini berlingkar di labirin kenanganmenelusuri lekuk-lekuk...

Puisi: Jendela Februari Diketuk Hujan

0
Jendela Februari Diketuk Hujan jendela februari diketuk hujanseperti jemari waktu yang gelisahmengetuk kaca ingatan. aku duduk di tepi cahayamenyaksikan air mengukir lukadi dada jalankemudian menghilang di...

Puisi: Di Kamar Sepi, Obor Itu telah Mati

0
Di Kamar Sepi, Obor Itu Telah Mati Sinar obor telah malapdipadamkansumbunya telah lenyapdisulapkantinggal jijik bau kenanganyang ingin dilupakankerana kotor dan berpasirhanyir dan berlendirtidak layak impianuntuk...

Puisi: Sebuah Negeri Bernama Sepi

0
Sebuah Negeri Bernama Sepi Terlantar di sebuah negeri asinglangitnya hitamudara terasa sesakbau hanyir kesepianmeruap di muka langit Saat ingin laridari sebuah negeri bernama sepimenjalar akar kesunyianmembelit...

Puisi: Biru hanya Pemisah Waktu

0
Biru hanya Pemisah Waktu kita bagai laut dan pantaiakar akarnya ada di akaldengan restu bumialam mendewasakansebuah perjuangan. bila angin bertanya kepada awan,"tentang cinta kita bagai matahari"kekuatannya...

TRENDING TOPIK

Puisi: Syair Lancang Kuning

Puisi: Penutup Mulut

Puisi: Ke Satu Matahari