Puisi: Prosa Perang
Prosa Perang
Sebuah prosa tak terbacaPada bekas malapetakaSekejab mataDi selimut pekat debu dan abuGedung-gedung runtuhTanah berlobang lukaBerwarna sangitOrang-orang bergelimpangBeratap langitPagi tanpa puisiSiang malam berasa pahitSama...
Puisi: Bertemu Terluka
Bertemu Terluka
Lama kutunggu waktuTentang temu yang selalu kutungguIngin rasa aku dekap eratNamun jarak dan realita seakan menolakPertemuan denganmu memiliki artiSekali pun membawa lukaSetiap langkahku...
Puisi: Sesajen Hajat
Sesajen Hajat
sesajen hajat di hatisederet api colok dinyalakanmeratib mantera wasilahsedulang iman dipersembah
dibakar duit-duit ke ‘syurga’api menjulangmembahang hajat ke neraka
khadam-khadam berjogetriang mengusung janjisyurga neraka diinjak-injakdi...
Puisi: Sinyal
Sinyal
Samudra meluasSusup riak gelombangBerbuih-buih memanjangMenapak daratPerlahan kasat
Dataran menyusutTanah retak hilang ilalangHutan lindung tak terlindungMembubuk lapukCemar berduri apiCemas menjadi-jadi
Manusia-manusia bertopengCulas bermain retorikDi batas kepatutanBijak tak...
Puisi: Perempuan yang Menunggu
Perempuan yang Menunggu
1/
O, hidup! Hari-hari hanyalah hembusan nafas.
Apa gerangan perempuan itu?Diterimanya matahari setiap pagidipeluknya rindu di malam hari.
Bunga-bunga tumbuh di pinggiran telagapohon-pohon menjulang di...
Puisi: Apa Ada Hari Esok?
Apa Ada Hari Esok?
Jutaan kilauan mimpi telah bergelantungan di langitNamun, akan tetap di langitKarena esok belum tentu nyawa masih menetap di dalam raga
Gundah perihal...
Puisi: Senyum yang Terbelenggu
Senyum yang Terbelenggu
Senyum kian merekahDi antara tempat-tempat yang sudah dihujani darahHati kian lapangDi antara raungan kehilangan yang terus berkumandang
Kau terheran-heran, Tuan?
Gelak tawa menjadi-jadi di...
Puisi: Cerita Esok untuk Ibu
Cerita Esok untuk Ibu
Puing ini bercerita tentang apa yang kami lihat,Kami rasakan indah terangkum,Di sini ada damai dulunya,Ada tawa tak tergambarkan pada masa kini,Di...
Puisi: Rentangan Pelangi-Mu, Buat Ghazzah
Rentangan Pelangi-Mu: buat Ghazzah
di negeri zaituntiada lagi muka jammasa seakan rontok dirampasoleh keladak abu dan detum liardi udara, tidak sempat melambaisebarang kata ingatan
aspal dan...
Puisi: Tutorial Memikat Aku
Tutorial Memikat Aku
Mula-mula, manis senyumankau lukislah di lembah ayumuhembus lengkung bulanke galaksi sepikubiar cerahnya pecahmenjadi bintang-bintangkau ikat merekamenjadi pagar keliling hatiku
serulah segumpal awanlahirkan baris...




























