Puisi: Bermain Musim, Belajar Mengendalikan Diri
Bermain Musim; Belajar Mengendalikan Diri
Semula musim semitengah menggeserkan paham–hati mana yang terlanjur gugur,tetapi memilih tegar untuk dirayakan?
Di peta takdirsemua musim bergaris tubuhdan meyakini hadirnyapersoalan,...
Puisi: Perempuan yang Menampi Hujan
Perempuan yang Menampi Hujan
Di lorong kecil ujung kedai kopiMelamun sebatang kara tanpa sesiapaMenepis sebagian kegelisahanyang bercokol di sudut kepala
Dari daun jendelaDi lantai dua dengan...
Puisi: Keringat Ibu Mendidih
Keringat Ibu Mendidih
Di tengah kepulan asap dapur,keringat itu mendidihmembalur sekujur tubuhyang keriput dimakan usia
Di depan tungku nasiyang tak kunjung matangdiamnya menimbun cemaspada lumbung beras...
Puisi: Oh Masa
Oh Masa
Oh masakamu tetap berdetikseolah racun yang berbisakamu berjalan dengan senyapaku masih lagi bersiap
masa itu berhargatidak semua tahu hargaipenat aku mengejarmasa berjalan tidak berbalik
masa...
Puisi: Kenangan
Kenangan
Jendela terbuka, bisik malam menyusupkan candu kopiMerajut perjalanan biji di pegunungan anganMembelah sudut paling sunyi,ada kegetiran dan tawaTeraduk masa begitu panjangKini hidangan waktu telah...
Puisi: Aku Mencintaimu dengan Sabar
Aku Mencintaimu dengan Sabar
perjalanan kita masih panjangseperti lautan yang tiada bertepiaku bahkan masih belajar pada ombakbagaimana menyelami palung hatimuagar mampu beradaptasidari temperatur suhu tubuhmu
sementara...
Puisi: Sampai Bila
Sampai Bila
sampai bila aku akan memegang awanapa lagi menyentuh langitoleh anugerah klasik,sebab pabila tumbuh saja dicantasbila terbang kemudian dibedilberlari mereka segera memintas.apa lagi yang...
Puisi: Dalam Lingkaran Gelanggang
Dalam Lingkaran Gelanggang
dalam lingkaran gelanggangpekan olah raga dihidangkanseperti kehidupan yang penuhi daya juangmenjahit luka-luka menaklukkan zaman
kuda-kuda segaris menghadapmenatap bayang-bayang dirimelawan emosi tak takut matisebab...
Puisi: Dendam Botol plastik
Dendam Botol plastik
Sebiji botol plastik tualemah terdampardi pesisir kemajuansetelah dianggap sisa
Sedikit demi sedikitdirinya diserap waktudiam-diam mengintai-bangkit meracuni semesta
29 April 2024, Pulau Indah
***
دندم بوتول ڤلستيك
سبيجي بوتول ڤلستيك...
Puisi: Lelaki Penyair
Lelaki Penyair
Apa yang belum ditulis penyair mudaadalah kisah tentang dirinya sendiritakdir telah menancapkan diri kepadanyauntuk merawat kata dan frasa sederhana
Di antara titik, koma dan...




























