Puisi: Suatu Senja di Pantai
Suatu Senja di Pantai
Mungkin bukan masanya lagimengocak ombak, bina istana pasirmenduga dengung air di telingarela mentari membakar kulit
Cukuplah sekadar menikmatiredup cahaya mentari memudarlaut mengirim...
Puisi: Tersuruk di Lubang-Lubang Bara
Tersuruk di Lubang-Lubang Bara
langit tanpa jendelamatahari di ketinggian lontarkan api
ranting-ranting jadi pucuk abudaun-daun bolong
kita serupa kawanan monyet diuber-uber pemburu lapar
berlarian lantas tersuruk di lubang-lubang bara!
***
ترسوروق...
Puisi: Pendam
Pendam
Diamnya bukan bererti lupatapi gelora jiwayang disimpan di dada
Bukan tiada luahan aksarahanya lidahnya terikatdek tanggung jawab
Wajahnya tampak tenangpagi diusung resahtapi malam-malamnyadibalut luka tanpa suara
Dia...
Puisi: Juli Mendekap
Juli Mendekap
Pada bilangan satu teriak kesakitan hadirBersama rembesan darah merahMenuliskan kisah tentang tetesan darah biruPemilik takhta di singgasana nan tersembunyiMalam itu tak lagi heningPecah...
Puisi: Hikayat Raja Ali Haji
Hikayat Raja Ali Haji
Pujangga Penyengat nan Bijaksana
Syahdan tersebutlah kisah nan muliaDi Pulau Penyengat asal bermulaTahun seribu delapan ratus sembilanLahirlah anak cahaya budiman
Namanya termasyhur Raja...
Puisi: Oase Keinginan
Oase Keinginan
di sepertiga malam yang dinginaku langitkan munajat dari sejuta inginmerindu hidup bahagia seindah nyala lilintapi takdir masih dipermainkan tiupan anginbelum juga dapat kuraih...
Puisi: Tak Mampu Aku
Tak Mampu Aku
Tak mampu aku menjadi padang pasirAku ingin menjadi batu kecilKuat dipijak waktuMeski panas membakarTak mampu aku menjadi kelamDan malam yang bekuAku ingin...
Puisi: Sedikit Lagi, Bukan?
Sedikit Lagi, Bukan?
Langit mengemas masa menjejak petangSeperti aku yang mengemas rasa dalam sunyi tak berbilang
Sepantasnya kuhargai waktuYang merelakan dirinya menjadi susunan puzzle yang kumainkan...
Puisi: Keramba, Ikan, dan Jalan Pulang
Keramba, Ikan, dan Jalan Pulang
sebuah biduk membawa kerambalelaki paruh baya menjadi kemudidi laut lepas itu mereka bercita-cita
demi sesuap nasidari tepian anak-anak mereka saling pandangbola...
Puisi: Gedung Tua
Gedung Tua
Pada samar ketiadaanAku menulis rasa malasTanpa perasaanMembaca ingkar terjanjiMenutup obsesi
Berlembar halaman tersiaPerpustaka hanya gedung tuaKumal berdebu lusuhDan berhantuDi telan masa terbarukan
Nasib Perpustakaan, 9 Mei 2025
***
ڬدوڠ توا
ڤادا...




























