Puisi: Ubat

0
Ubat Kesakitan dan kepedihanMemerlukan ubatuntuk menyembuh dan merawatAda kalanya mujarabAda kalanya tidakTapi apa yang pastiLuka boleh sembuhParutnya tetap ada Kg Ketam Kerdau, 20 Ogos 2025 *** اوبت كساكيتن دان كڤديهنممرلوكن اوبتاونتوق مڽمبوه...

Puisi: Tidur Panjang

0
Tidur Panjang Perempuan itu masih sibuk menambal wajahnya di cermin,mengulum gincu seperti ombakmenabur bedak pada retakan tidur panjang Hari ini ia akan mendengar percakapan tanahyang merambat...

Puisi: Penegasan

0
Penegasan Pada dialektika duniaKonspirasi merajalelaBerdebat antar umatBerebut harkat dan martabatBerani berjabatNamun tak mau bertanggung jawab Tentang oknum juga momentum yang tak usaiMempermasalahkan undang-undangKemudian timbul pertentangan tanpa...

Puisi: Topeng Hidup

0
Topeng Hidup Bila esok telah terpanggil yang gaibGetar tak rapuh dalam pohon terhempas kekananBersama akar menular ke negeri kurcaciDi balik tebangan ituAda tetes air mata...

Puisi: Selembar Doa buat Saudaraku se-Indonesia

0
Selembar Doa buat Saudaraku se-Indonesia doa ini kulantunkan dari seberang selat,dari nadi rumpun yang serumpun akar,buatmu wahai saudara sebangsa seiman serasa,yang kini dikeliling ribut di...

Puisi: Daun Cinta

0
Daun Cinta cinta adalah daunsegar hijaunyaerat memaut ranting namun, ketika petangdiungukan usiaia gugurdirebut kencang takdir sekian banyaksepi membolongkan rindupada wajahnya 31 Ogos 2025, Subang Bestari *** داون چينت چينت اداله داونسڬر هيجاوڽارت مماوت...

Puisi: Tahajud dalam Gulita

0
Tahajud dalam Gulita Malamku ditebas sunyi,hela nafas bagai desir waktumengalir di lorong-lorong batinmenyentuh gugusan ingatan yang retak Ingin kutuliskan sebait doadalam bentuk puisi yang ragu ragu,namun...

Puisi: Adik, Berlayarlah

0
Adik, Berlayarlah Adik,kau berjalan cepat sekali,seperti senja yang membenamkan matahari.Kadang aku lupa,kau tumbuh tanpa meminta izin waktu.Adik,Berlayarlah sesukamu,Jangan takut tersesat. karena rumah selalu menunggu,dan aku, diam-diam...

Puisi: Bayang di Antara Azan

0
Bayang di Antara Azan Di aliran Kuantan kusembunyikan namamuAirnya jernih, namun rinduku keruh Padi di sawah tak lagi ranumSejak pelukmu jauh dari ubun-ubun Di setiap denting canang...

Cerpen: Ayah, Aku Ingin Pulang

0
Riausastra.com - Dengan sigap, Bu Nur menyiapkan pakaian dari lemari ke dalam tas ransel yang dibuka lebar.  “Kenapa berangkat mendesak?” meski terdengar lembut, nada...

TRENDING TOPIK