Puisi: Sang Petualang
Sang Petualang
Merekam jejak asmaralokaPada takbir yang menguatkan laraPada munajat yang selalu bergemaLalu ikhtiar pun mengakar menjemput bahagia
Berkisah tentang cahayaLenteranya menerangi alam semestaPada huruf yang...
Puisi: Pelabuhan terakhir
Pelabuhan terakhir
Nelangsa yang aku hadapi,Titik terakhir pertemuan membawa tak bertemu,Sisa harapan tak habis ditemui,Ikhtisar cerita tak kunjung sampai,Nasib berkorban nyawa terhantar,Pada cerita kisah pertaruhan,Sungguh...
Puisi: Pulau Pengasingan
Pulau Pengasingan
lebih sunyi dari larut paling malamlebih samar dari siluet yang kabur di halimunwajahku tiba-tiba seperti wajah guru: menua dan keriput
kututup daun jendela dengan...
Sajak: Daerah Istimewa Riau (DIR), dalam Hikayat Rindu Anak Pulau
Daerah Istimewa Riau (DIR), dalam Hikayat Rindu Anak Pulau
Bismillahirrahmanirrahim
Aku, anak-anak pulau telah lama membuang risau, memeram laut, sungai dan bakau-bakau. Tangan-tangan yang mendayung impian,...
Puisi: Aku Ingin
Aku Ingin
Aku ingin menjadi anginTak terlihat tapi bisa membawa perahu melajuAku ingin menjadi akarTak bisa tumbang ke atasTapi bisa menahan pohonmu runtuhAku tak berbunga,...
Puisi: Menjadi Kita
Menjadi Kita
Nafsu kita tidak banyak yang berbezaMasing-masing menghirup serbuk awanmemukat angin angin usiakemudian menelan tanah gunungsehingga menjadi rendang.
Sewaktu kau melihat matahariaku mengumpul warnanyadi sawah...
Puisi: Hujan Subuh
Hujan Subuh
Titik air yang jatuh ke bumimemberi kehidupan kepada yang lainIanya membawa rahmat sekelian alamMenyuburkan bumi yang kering kontangKita bukannya bunga di dalam pasudisiram...
Puisi: Paradoksal
Paradoksal
Singgasana gagah bertumpuk uang berlapis berliantak diduduki, digerogotiPermadani sutra membentang megahtak berjejak, suciMeja berlapis emas penuh jambartak tersentuh, rasanGelas kristal berlimpah anggur merahtak terteguk,...
Puisi: Riau Hari Ini
Riau Hari Ini
Riau hari ini berdiri megah,menjaga warisan, memetik kemajuan.Gedung tinggi bersanding rumah adat,lampu jalan tak padam, tapi adat tetap terjaga.
Di Pekanbaru, kota yang...
Puisi: Memejamkan Mata
Memejamkan Mata
barangkali suatu hari nantikau akan berteduhdi bawah pohon kenari yang lusuhdan mengerti sejuk daun begitu sunyi
barangkali suatu saat nantikau akan bepergian jauhdan mengerti...




























