Puisi: Rindu Kami Padamu Tanah Utara
Rindu Kami Padamu Tanah Utara
: PPA. Lubangsa Utara
Tanah ini bukan sekadar bumi yang kupijakia adalah rahim keduatempat aku dilahirkan ulangdengan jiwa yang belum utuhdan...
Puisi: Tong Kosong
Tong Kosong
Tutur di padang subur tanah harapanTerbang berkicau seperti burung-burungDigulir bergulung-gulungSuara berdenting garingDi tikungan jalan lurusTinggalkan gema-gema senyapMengobok arah bohorokGuncang….Di setiap jendela pondokanBerhitung dengan...
Puisi: Pesan Ibu
Pesan Ibu
Waktu seakan bertamumengajakku untuk bertemupada pesan ibu yang aku tunggu“anakku, jagalah sholatdan jauhkan maksiat”
Getir suaranya masih ku rasaDi balik wajahnya yang semakin senja
Desah...
Puisi: Sudah Enam Puluh Lapan Tahun
Sudah Enam Puluh Lapan Tahun
Langit tak lagi jujurawan menyembunyikan lukamentari menari di sebalik tiraiangin pun berubah arahdalam panas yang getir
Cuaca telah tersihirbumi basah oleh...
Puisi: Mencari Diri
Mencari Diri
Yang pergitidak mungkin akan kembaliitu perjalanan hakikike kampung abadisepanjang bentala bersementaraada juga yang berterusan terlekaletih mengejar fana pelangihingga sesat di rimba berduri
ada juga...
Puisi: Layar Terkembang tapi Ke Mana Arah Pulang?
Layar Terkembang tapi Ke Mana Arah Pulang?
meminjam lidah angin,aku bertanya kepada musim,pada tanah yang lecaholeh nyanyian moyang,mengapa wajahnya serupa bayang-bayang:berkaki, tiada arahadakah kau tengok?jambangan...
Puisi: Pusara Kata
Pusara Kata
Bersemayamlah segala rasamakna telah mengabadikanpada nisan puisi inikelak para penziarahmuakan membaca kata-kata itumeskipun telah terkubur—takkan lebur
dari jemari bermuladari jemari pula berakhir
Taburkanlah kelopak bungasebagaimana...
Puisi: Sebatang Mancis
Sebatang Mancis
gelita menghidupkan sebatang mancismengejutkan seluruh kamar khilafseringkali jasad cahayanyapulang ke pangkuan bayangtanpa sempat menyentuh sumbu
hakikat hujung mancis terlalu lemahterpedaya bisik angin hitamdi celah...
Puisi: Apabila
Apabila
Apalah yang ada pada apikalau bukan cahaya tetapiabu yang menjadi debu.
Sewaktu bertemunya anginberputar dalam akallalu kusut sebuah kesilapandalam simpulan kehidupan.
Mulanya hanya persoalanpertanyaan demi pertanyaandi...
Puisi: Desember
Desember (1)
Waktumengalir tak terhenti, tak letih.Jejak-jejak kita seperti butir-butir pasirtersesat di gurun bukit-bukit tandusDalam lorong-lorongnya kita meraba-raba dalam gelapberputar-putar dalam lingkaran-lingkaran tak terputusmemandang ke...




























