Puisi: Kasih tak Sudah

0
Kasih tak Sudah Tersurat kasih di dalam dadaMeski berjarak jauh seberang sanaTiada terhapus oleh masaKasih terikat tak sudah jua Burung terbang ke tanah rantauMeninggalkan sarang di...

Puisi: Labirin tanpa Peta

0
Labirin tanpa Peta Malam membentang,tak berujung batas,Di bawah langit yang mengguyurkan tangis.Setiap tetes jatuh, adalah jejak yang terhapus,Membuat jalan yang ku pijak,menjadi labirin tanpa peta. Cahaya...

Puisi: Jendela Berkaca Embun

0
Jendela Berkaca Embun Sebuah arsip berdebu di rongga kepala,Menyimpan hantu yang sering berbisik,Menjaga jiwa ringkih yang enggan menyala,Pada gema tawa yang terasa menusuk. Lalu kutemukan jendela...

Puisi: Pelayaran

0
Pelayaran butiran pasiradalah hasilrintikan air matayang jatuh jutaan kalisetiap kali jejakan kaki iniditikam serpihan cengkerang ombak mungkin layanganhati yang mengenal rindutentang apa dan siapasetiap kali musimmengirim...

Puisi: Sepi tak Bermuara

0
Sepi tak Bermuara Nyatanya aku terjatuhke dalam sepi tanpa muara.Suara tinggal gema,sulit kuterima, namun tak bisa kubantah.Serpihan rasa bagai hujan,tak pernah reda meneteskan luka,membasuh retak...

Puisi: Suara Kita

0
Suara Kita Suara bagaikan air mengalir.Dibungkam, ia mencari celah.Redam hanyalah kabut, menyelimuti Fajar sejenak.Tapi cahaya tetap menembus membuka hari.Tak ada suara yang benar-benar padam.Ia hanya...

Puisi: Di Usiamu yang Semakin Tua

0
Di Usiamu yang Semakin Tua Kata berkeliaran dalam otakmudengan bantuan tongkat tak henti memanjangkau masih tak mengajari berjalan sang penauntuk merakit kata-kata kita bersama-sama menyebrangi...

Puisi: Telah Usai

0
Telah Usai Bahkan kemungkinan yang paling menyakitkan bukan perpisahanNamun kesunyian yang menetapDi antara dua hati yang pernah salingNamun kini terasa asingYang kini saling diamSeolah tak...

Puisi: Pasrah?

0
Pasrah? Kaki melangkah menyusuri jalanDengan isi kepala yang semakin rumitAku berhenti dengan kesepianMenikmati kenyataan yang menurutku pahit Apa jadinya jika aku berteriakSeakan tidak terima dengan hidupku...

Puisi: Utang Rindu

0
Utang Rindu Setelah konsisten mengendarai waktuMusim hujan kini menginjakkan kaki di palang pintuIa menjadi rentenir pengacau rahayuMenagih rindu untuk cerita-cerita rimpuh Hujan datang bersama dengan kaset...

TRENDING TOPIK