Puisi: Kunci Waktu

0
Kunci Waktu Ia di siniTerbelenggu tanpa diikatTatapan kosong, namun penuh penyesalanKata “andai” menjadi akhir di setiap kalimat Tak pernah terpikir olehnya kata menyerahTapi mengapa sekarang hanya...

Puisi: Senandung Rembulan

0
Senandung Rembulan Barangkali menjadi tempat pulangTempat untuk beristirahatWalau hanya sekejapAkan tetapi, apakah benar begitu? Rumah ku telah robohSemua hancur leburTak ada yang tersisaKini aku tahu pesan...

Puisi: Republik Upeti

0
Republik Upeti Memancar di hulu, mengalir di hilirSungai Siak terbentang tak menepiRiak airnya bening silaukan mataSimbol alam di republik beraja upetiBukan lagi sultan, bukan lagi...

Puisi: Dikejar Masa

0
Dikejar Masa Masa adalah kaki maratonyang bernadi kental,gigih mengejar langkah pantasmutanpa merungut lelah Tatkala masa hampir memintasmu,kau teringin mencabutsebiji baterai berdenyut tekaddari jam pergelanganmu Tapi, sedarkah kau?masa...

Puisi: Abai

0
Abai Lorong sepi tanpa penghuniHanya dilihat tanpa diindahiSemakain hari seram menyelimutiSenyap dalam diam yang tak berarti Seakan menyapa tanpa suaraMeninggalkan jejak di balik lebar penuh ceritaBegitu...

Puisi: Serindit Tanah Retak

0
Serindit Tanah Retak aku mendengar malam rebahdi pelipis lukah bambuia mendengkur dalam bahasa yang tak kupahami,bahasa keladi, bahasa perigiyang bersabda pada ingatan ke daun-daun keladi dari...

Puisi: Bunga Lili

0
Bunga Lili Putihmu berdiri anggun ditepi pagiKau bagai bisikan sunyi yang menyejuk hatiTanpa kata pun kau sudah berceritaTentang ketenangan yang sederhana Kau tumbuh di tanah yang...

Puisi: Bayang-Bayang yang Membentuk

0
Bayang-Bayang yang Membentuk Dalam gelapnya malam yang sunyi,Kegagalan datang tanpa suara,Menyentuh hati dengan dingin yang tajam,Membuat langkah terhenti sejenak. Namun di balik luka yang menganga,Tersimpan pelajaran...

Puisi: Setelah Keberangkatanmu

0
Setelah Keberangkatanmu Di rumah tiada apa-apaselain hangat tubuhmudi empuk ranjangdan bicaramu yangmenampal dinding usang Tiupan angin rindukerap menyusupijendela yang luas terbukadari celahan tirai, kacanyamemantul bayangmu Di rumah...

Puisi: Kanvas Usang

0
Kanvas Usang Mata kosong nan dinginMelirik pantulan dirinyaTerlukiskan keusangan dirinya Kanvas usangItu berdiam diri di pojok ruanganTak ada yang peduliAkan kehadirannya Bahkan tak ada yang tahuLukisan indah...

TRENDING TOPIK

Puisi: Sesudah Subuh

Puisi: Aduka