Puisi: Masuk di Tubuh Koma
Masuk di Tubuh Koma
berpandang lampu-lampu jalan yang enggan tidurini malam memanggil angindalam api unggun yang anggunbujuk rayu keluar sebentar main bayang-bayanganmemantul cermininilah bunga tidur...
Puisi: Hibernasi
Hibernasi
Seluruh penjuruKota-kota pikiran ditinggal pendudukMelukiskan kelam dengan nuansa sepiKering kerontang hampir setiap sudutTergeletak mayat-mayat yang pernahbermimpi hidup bahagia
Berlangsung lamaWaktu mengiris musim-musimJiwa-jiwa selamat memilih mati...
Puisi: Sebagai Helang
Sebagai Helang
Angkasa telah bersabda, sayapmutak tumbuh dalam seharitetapi ampuh setelah melayah seributanpa henti
Kencang angin yang menentangbukan musuhderu cabaran yang menghunjambukan untuk jatuhbahkan mengasuh jiwa...
Puisi: Rindu Kami Padamu Tanah Utara
Rindu Kami Padamu Tanah Utara
: PPA. Lubangsa Utara
Tanah ini bukan sekadar bumi yang kupijakia adalah rahim keduatempat aku dilahirkan ulangdengan jiwa yang belum utuhdan...
Puisi: Tong Kosong
Tong Kosong
Tutur di padang subur tanah harapanTerbang berkicau seperti burung-burungDigulir bergulung-gulungSuara berdenting garingDi tikungan jalan lurusTinggalkan gema-gema senyapMengobok arah bohorokGuncang….Di setiap jendela pondokanBerhitung dengan...
Puisi: Pesan Ibu
Pesan Ibu
Waktu seakan bertamumengajakku untuk bertemupada pesan ibu yang aku tunggu“anakku, jagalah sholatdan jauhkan maksiat”
Getir suaranya masih ku rasaDi balik wajahnya yang semakin senja
Desah...
Puisi: Sudah Enam Puluh Lapan Tahun
Sudah Enam Puluh Lapan Tahun
Langit tak lagi jujurawan menyembunyikan lukamentari menari di sebalik tiraiangin pun berubah arahdalam panas yang getir
Cuaca telah tersihirbumi basah oleh...
Puisi: Syair Lancang Kuning
Syair Lancang Kuning
Warisan dan Pedoman
Lancang Kuning lambang pusakaWarisan luhur anak merdekaBukan sekadar nama semataTersimpan pesan yang sangat berharga
Melaju tegap di malam kelamMembelah lautan dalam...
Puisi: Mencari Diri
Mencari Diri
Yang pergitidak mungkin akan kembaliitu perjalanan hakikike kampung abadisepanjang bentala bersementaraada juga yang berterusan terlekaletih mengejar fana pelangihingga sesat di rimba berduri
ada juga...
Puisi: Layar Terkembang tapi Ke Mana Arah Pulang?
Layar Terkembang tapi Ke Mana Arah Pulang?
meminjam lidah angin,aku bertanya kepada musim,pada tanah yang lecaholeh nyanyian moyang,mengapa wajahnya serupa bayang-bayang:berkaki, tiada arahadakah kau tengok?jambangan...




























